Sekolah Relawan Depok Kirim Personel Siaga Merapi, Ini Misinya

Gunung Merapi
Sumber :
  • VIVA/Fajar Sodiq

VIVA - Sekolah Relawan di Kota Depok mengirimkan sejumlah personel terlatih untuk membantu penanganan bencana erupsi Gunung Merapi. Tim yang terdiri dari enam orang tersebut berangkat ke Yogyakarta pada Kamis, 12 November 2020.

img_title Malam-malam Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

Aksi kemanusiaan itu dilakukan setelah adanya pernyataan resmi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKH) yang menyebut telah meningkatnya aktivitas Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, PVMBG Minta Wisatawan Tak Lakukan Pendakian

img_title DPR Soroti Tata Ruang Ambigu: Wilayah Rawan Bencana Jangan Dijadikan Permukiman

Lead of Social and Disaster Rescue Division Sekolah Relawan, Muhammad Yusup, mengungkapkan tim ini akan bergerak tepatnya di Jalan Kaliurang KM 15 dan pos penyintas di Magelang.

Rencana aksi yang akan dilakukan antara lain mapping area wilayah yang kemungkinan terdampak, assesment wilayah, edukasi masyarakat, membantu evakuasi warga yang berada di kawasan rawan bencana, serta membangun pos relawan dan pos logistik.

img_title Selain Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Semeru dan Merapi Perlu Diwaspadai

“Tidak hanya menyiapkan keperluan pribadi, seperti obat-obatan yang harus dibawa agar kesehatan tetap terjaga selama berada di lokasi, para relawan juga tentu orang-orang yang telah terlatih di bidang kebencanaan,” katanya dikutip pada Jumat, 16 September 2020.

Yusup memprediksi, penanganan kali ini akan lebih berat dibanding 2010 lalu. Selain medan dan resiko yang cukup berbahaya, masalah lainnya adalah saat ini sedang pandemi COVID-19. Terkait hal itu, Yusup menjamin, timnya akan mematuhi protokol kesehatan.

“Rapid test sebelum berangkat dan nanti akan juga di sana. Juga teman-teman kita di sana sudah melakukan itu. Di beberapa wilayah juga sudah mengerahkan untuk protokol COVID-19 itu sendiri.”

Berbeda dengan penanganan 2010, Yusup mengatakan, pihaknya lebih mengantisipasi erupsi di wilayah Magelang.

“Di pihak terkait juga sudah mengarahkan kemungkinan besar ke arah Magelang, beda dengan 2010 yang Magelang dan Sleman. Sekarang kemungkinan besar ke Magelang dan Boyolali,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Head of Program Departemen Sekolah Relawan Abdul Manaf menuturkan untuk bantuan logistik pihaknya akan melihat situasi di lapangan.

“Karena bantuan logistik mungkin sudah diantisipasi pemerintah setempat, baik kota atau kabupaten. Kita paling membantu logistik jika dirasa perlu ada penambahan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut