Sekjen PDIP: Natal di Tengah Pendemi Untuk Kobarkan Solidaritas

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Sumber :

VIVA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan perayaan Natal di tengah-tengah pandemi COVID-19 saat ini, harus memberi makna.

Status Jokowi di PDIP, Komarudin Watubun: Sudah di Sebelah Sana, Bagaimana Dibilang Bagian PDIP

Natal kali ini, menurutnya menjadi cahaya terang yang memperkuat harapan bagi kemajuan bangsa. Di kala kondisi sekarang ini, maka solidaritas harus diperkuat.

“Peringatan Natal melalui kelahiran Juru Selamat Yesus Kristus sekaligus mengobarkan kepedulian dan solidaritas bagi sesama, khususnya bagi mereka yang miskin, terpinggirkan, dan diperlakukan tidak adil,” kata Hasto melalui keterangan tertulis, Jumat 25 Desember 2020.

5 Pernyataan Sikap PDIP Usai MK Tolak Gugatan Ganjar-Mahfud

Baca juga: Hasil Tes Reaktif COVID-19, 81 Penumpang di Soetta Gagal Terbang

Hasto menambahkan semangat solidaritas bagi sesama itulah yang relevan, dan penting serta hadir sebagai penjabaran prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial. Seperti yang tertera dalam Pancasila yang menjadi falsafah Negara Indonesia. 

Gelar Rakornas, PDIP Mulai Panaskan Mesin Partai untuk Pilkada Serentak 2024

“Pancasila sebagai falsafah bangsa yang digali oleh Bung Karno merupakan saripati sejarah peradaban bangsa Indonesia dan dunia. Karena itulah mengapa dengan Pancasila, kehidupan beragama Indonesia saling hormat menghormati, dan menyatu dengan seluruh tradisi kebudayaan nusantara,” jelasnya.

Dengan pemahaman terhadap kebudayaan bangsa tersebut, maka toleransi dikedepankan. Keberagaman bangsa Indonesia atau kemajemukan adalah rahmat Sang Pencipta yang harus disyukuri, dirawat dan dikembangkan.

“Di dalam Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, maka semua agama terus menghadirkan kebaikan, merangkul perbedaan, dan menciptakan kerukunan keharmonian, serta berjuang bersama mengatasi berbagai bentuk kebodohan, ketidak adilan, dan kemiskinan,” jelasnya.

Ia berharap dengan penghayatan keagamaan sebagai tuntutan etika dan moral, karya kebaikan bagi kemajuan Indonesia Raya terus dikedepankan. 

“Semoga dengan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama kita bisa melewati pandemi COVID-19,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya