Kaleidoskop 2020: Peran KBRI Tokyo di Tengah Pandemi COVID-19

Pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Jepang Yoshihide Suga.
Pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Jepang Yoshihide Suga.
Sumber :
  • Dokumentasi Sekretariat Kabinet.

VIVA - Sepanjang tahun 2020 dunia disibukkan dengan penanganan pandemi COVID-19. Merebaknya COVID-19 berdampak tidak hanya pada masalah kesehatan masyarakat tetapi juga aktivitas perekonomian.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo selama rentang 2020 memainkan dua peran secara bersamaan di tengah pandemi COVID-19.

Pertama, perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Jepang menjadi perhatian utama khususnya terkait dengan ancaman penularan COVID-19. Sementara itu di sisi lain, KBRI Tokyo terus memperkuat kerja sama bilateral Indonesia Jepang sebagai langkah mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Di antaranya dalam penanganan dan pemulangan 78 WNI yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama pada Februari 2020. Dari 78 WNI, 9 orang positif COVID-19. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan otoritas Jepang dalam penanganan 84 WNI awak kapal pesiar Italia Costa Atlantika di Nagasaki pada April 2020.

Satu bulan setelah dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru menggantikan Shinzo Abe, pada 20 Oktober 2020, PM Yoshihide Suga bersama Ibu Negara Mariko Suga, mengadakan rangkaian kunjungan ke luar negeri yang pertama, salah satunya ke Indonesia. Di Istana Bogor, kedua kepala negara berkomitmen memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Sementara itu, kerja sama bilateral kedua negara di tengah pandemi tetap berjalan. Di antaranya dalam mendukung pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal dengan Nusantara Investment Authority (NIA) di awal Desember 2020.

Dari hasil lobi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi serta tim KBRI Tokyo diperoleh komitmen investasi dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar Rp57 triliun.