Dukung Arief Budiman, Pemuda Muhammadiyah: DKPP Gagal Paham

Ketua KPU Arief Budiman
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menilai, keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan Arief Budiman sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, adalah bentuk kegagalan dalam memahami persoalan.

img_title Eks Ketua KPU Hasyim Asyari Bakal Jadi Saksi Sidang Kasus Hasto Hari Ini

Ketua Pemuda Muhammadiyah Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga, Ali Muthohirin mengatakan, DKPP gagal paham dalam melihat substansi etik dalam perkara yang dipersoalkan. DKPP memberhentikan Arief berdasarkan keputusan Nomor 123-PKE-DKPP/X/2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ali, seharusnya DKPP lebih berhati-hati terkait dengan memutus pelanggaran etik dikarenakan persoalan tersebut rawan adanya konflik kepentingan.

img_title Hasto Ingin Ketemu Eks Ketua KPU Arief Budiman Buat Lobi Urus PAW Harun Masiku

Baca juga: Komjen Listyo Sigit Bukan Kapolri Pertama yang Non Muslim
 
“Terkait dengan pelanggaran etik dan sanksi yang dijatuhkan DKPP kepada Ketua KPU RI, Arif Budiman seharusnya didasarkan atas pertimbangan yang seksama dan substantif, karena rawan adanya conflict of interest," kata Ali dalam keterangannya, Kamis 14 Januari 2021.

Menurutnya, harusnya DKPP mengedepankan prinsip netralitas, keadilan, imparsialitas dan transparansi. Harusnya itu menjadi dasar bagi DKPP dalam menjalankan tugasnya.

img_title Mantan Ketua KPU Arief Budiman Tak Hadiri Panggilan KPK Soal Kasus Sekjen PDIP Hasto

Mantan Ketum DPP IMM ini mengatakan, DKPP juga harus bersikap netral. Tidak memanfaatkan momentum persoalan untuk sekedar mengangkat popularitas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tetap harus merujuk kepada tugas dan fungsi DKPP yang sudah diatur dalam Undang-undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Bahwa DKPP dalam melakukan tugasnya DKPP memiliki kewajiban yang melekat. Itu perlu untuk ditaati sebelum menerima amanah sebagai DKPP, agar tidak abuse of power," jelasnya.

Semestinya, lanjut Ali, DKPP lebih jeli melihat persoalannya. Dengan begitu, dia bisa menghasilkan keputusan yang lebih berkualitas dalam setiap persoalan etik yang ditangani. Tidak justru memanfaatkan momentum.
 
“Kita berharap DKPP jangan dijadikan ajang meningkatkan popularitas oknum lah, terlebih mungkin ada konflik kepentingan yang terjadi. Sehingga mencoreng nama baik demokrasi Indonesia yang telah mulai tertata dengan baik hari ini”, jelas Ali.
 
Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, kata Ali, mendukung sepenuhnya Arief Budiman sebagai Ketua KPU RI. Mereka menilai apa yang dilakukan oleh Arief secara substansi bukan termasuk dalam ranah pelanggaran etik sebagaimana sanksi yang dijatuhkan oleh DKPP.
 
Apa yang dilakukan Arief, menurutnya adalah proses yang wajar dilakukan secara kelembagaan oleh Ketua KPU RI. Seperti dalam hal menandatangani surat pengantar untuk menyampaikan Keputusan Presiden mengenai pembatalan pemecatan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU RI.
 
Maka menurutnya, memberhentikan Arief Budiman sebagai Ketua KPU RI adalah keputusan yang minim substansi.
 
“Pemuda Muhammadiyah dalam hal ini tetap mendukung Arief Budiman untuk menempuh langkah selanjutnya. Sambil lalu, perlu kiranya untuk dibentuk tim independen guna menilai kualitas putusan yang dikeluarkan DKPP hari ini. Biar saling menjaga saja," jelas Ali.

Konpers tiga kasus korupsi yang diusut Polri

Pemuda Muhammadiyah Acungi Jempol Komitmen Prabowo Kawal Pengusutan Dugaan 3 Kasus Korupsi

Pemuda Muhammadiyah menyampaikan apresiasi komitmen Prabowo dalam memastikan proses penegakan hukum dugaan tiga kasus korupsi berjalan terbuka dan bebas intervensi.

img_title
VIVA.co.id
11 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut