Viral Video Diduga Pimpinan OPM Curhat Kelaparan di HT

Tangkapan layar video diduga OPM mengaku kelaparan
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Siasat Satgas Nemangkawi, gabungan dari prajurit TNI-Polri berhasil membuat KKB Papua kelaparan dan makin susah bergerak. Saat ini Satgas Nemangkawi semakin menggiatkan operasi setelah ulah KKB Papua yang kian beringas, di antaranya menyandera pilot dan penumpang Susi Air.

img_title Tumpas OPM, 136 Prajurit TNI di Papua Diganjar Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Dalam video viral di Instagram @gardadepan_ind, tampak seorang pimpinan OPM berkomunikasi dengan pentolan KKB Papua Lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka berkomunikasi menggunakan alat handytalky (HT). Keduanya sama-sama menceritakan kondisinya. Bahkan, salah satu pentolan OPM memilih mundur duluan.

img_title Satgas Rajawali V Baku Tembak di Hutan Maybrat, 3 OPM Dilaporkan Tewas

Dalam video tersebut, tampak seorang pimpinan KKB yang memakai kaus tanpa lengan dan bercelana pendek ini  mengaku capek karena gerakannya terus dipantau TNI-Polri. Dia mengaku persediaan makanannya kini sudah habis.

"Mereka (TNI-Polri) semakin banyak, kami mau mundur saja," kata pentolan KKB ini dengan bahasa asli Papua. 

img_title Sederet Dosa Hogajau, Pentolan OPM yang Tewas Dibunuh TNI

Rekannya di seberang sambungan HT pun merasakan hal yang sama.

"Jadi begini bapa, kami di sini juga susah, di sini kami juga susah untuk makan," katanya.

Selanjutnya pentolan KKB ini memutuskan akan mundur, sementara kelompok lain di seberang diminta untuk tetap bertahan.

"Ya sudah kalau kalian bertahan, kami mundur duluan saja," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Momen Anggota KKB Papua Noak Orarei Cium Bendera Merah Putih

Ilustrasi pasukan TPNPB OPM.

Kontak Tembak di Nduga, 2 Anggota OPM Tewas! TNI Sita Uang Rp88 Juta

Kontak tembak antara personel Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, berujung maut.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut