Netty PKS Minta Pemerintah Pasang Target PPKM Selesai Kapan

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Sumber :
  • VIVAnews/Muhammad AR

VIVA – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah agar berani menentukan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM secara terukur. Menurutnya harus ada target yang pasti, sehingga tidak membuat rakyat galau terutama mereka yang penghasilannya berdampak dari kebijakan pembatasan ini.

img_title Tok! Pemerintah Tetapkan PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027

"Penentuan kebijakan PPKM dalam masa satu minggu hanya membuat rakyat galau dan bingung karena tidak tahu sampai kapan kondisi membaik. Pemerintah seharusnya berani dan tegas menetapkan target waktu pengendalian pandemi hingga situasi membaik," kata Netty kepada wartawan, Senin 8 Agustus 2021

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut anggota dari Fraksi PKS ini, pemerintah sebagai pengelola negara seharusnya mampu mengoptimalkan semua sumber daya di bawah otoritasnya untuk berani menyebutkan kapan situasi membaik. Sehingga pemerintah dapat memberikan rasa aman dan harapan pada rakyat. 

img_title Kabar Baik! Rekrutmen CPNS Dibuka Mulai November 2026

"Yakinkan masyarakat bahwa dengan strategi dan upaya yang dilakukan pemerintah maka dalam waktu tiga bulan ke depan misalnya, kondisi akan membaik dan PPKM level 3-4 dapat dihentikan. Sebutkan dukungan apa yang diminta dari rakyat agar strategi pengendalian pandemi berhasil," jelasnya. 

Jika pemerintah tidak mampu membangun rasa aman dan harapan pada rakyat akan membaiknya situasi, lanjut dia, jangan salahkan rakyat jika PPKM diperpanjang namun rakyat mulai tidak peduli. 

img_title Pemerintah dan DPR Sepakat soal Perubahan Nama RUU Perampasan Aset, Ternyata Ini Alasannya

"Mayoritas indikator kesehatan saat ini menunjukkan bahwa PPKM Level 3-4 belum optimal dalam mengendalikan kasus COVID-19 di berbagai daerah. Positivity rate serta angka kematian masih konsisten di atas 1.000," katanya. 

Netty mempertanyakan efektivitas langkah dan strategi pengendalian pandemi yang dilakukan pemerintah. Mengingat sudah lebih dari satu bulan penerapan PPKM darurat dan PPKM level 3-4, namun indikator kesehatan di luar Jawa-Bali masih memprihatinkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data yang diterima Netty menyebutkan, angka kematian di luar Jawa-Bali juga meningkat. Bahkan pada 5 Agustus, angka kematian seperti di Lampung lebih tinggi ketimbang di Bali, DI Yogyakarta atau pun Banten. 

Netty juga menyinggung data rendahnya capaian testing di luar Jawa-Bali, yang masih jauh di bawah standar WHO. Misalnya, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku, yang mana rasio tesnya hanya 0,9:1.000 penduduk per minggu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut