Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten, Begini Kronologinya

Ilustrasi operasi penangkapan tim Densus 88.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

VIVA – Tiga terduga teroris ditangkap oleh Tim Dentasemen Khusus (Densus) 88. Semuanya ditangkap di wilayah Polda Banten. Berdasarkan informasi yang beredar, lokasinya ada di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

img_title Bertemu dengan Ustaz Abdul Somad, Cak Imin Sampaikan Harapan Ini Buat Umat Islam di Tanah Air

"Benar adanya kegiatan penangkapan terhadap 3 orang terduga teroris yang dilakukan oleh Tim Densus 88 di wilayah hukum Polda Banten," kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Sinto Silitonga, melalui pesan elektronik, Jumat, 13 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum diketahui dengan pasti identitas, berasal dari jaringan mana dan terkait aksi terorisme apa yang mereka lakukan. Sinto memastikan, kalau para te duga teroris kini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim Mabes Polri di suatu tempat.

img_title Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Pesantren Bukan Cuma Ilmu Agama Tapi Bentuk Karakter Bangsa

Menurut Kabid Humas Polda Banten, saat penangkapan terduga teroris, tim Densus 88 Anti Teror dibantu oleh personil Polda Banten.

"Polda Banten memberikan perbantuan dan back up yang dibutuhkan oleh Tim Densus 88. Saat ini ketiga terduga pelaku sedang dalam pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 Polri," terangnya.

img_title Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Menag Ungkap Kemajuan Pesantren Lewat Pembentukan Ditjen Baru

Baca juga: Ketika Moeldoko Jadi Adipati Lalu Ajak Masyarakat Vaksinasi COVID-19

Salah satu lokasi penangkapan terduga teroris ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Rehab Hati, Lampung Sumur Picung, Desa Baros, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Awal penangkapan Jumat pagi, 13 Agustus 2021, Ustaz S ditangkap bersama anaknya.

Siang harinya, sang anak dibawa kembali ke pesantren dan polisi membawa mertua Ustaz S, berinisial HN. Di mana, Ustaz S pengajar di ponpes tersebut yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat (Jabar).

Saat penangkapan, salah satu santri AN, bercerita kalau banyak orang membawa senjata laras panjang. Dia juga tidak tahu ke mana Ustaz S dan mertuanya dibawa.

"Ustaz S, dibawa pagi tadi pulang jemput anaknya, anaknya juga dibawa. Anaknya dianterkan lagi, tapi mertuanya dibawa. Dibawa terus foto-foto tempat ini," kata AN, salah satu santri di ponpes tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua RT setempat, Sandra, mengaku tidak terlalu kenal siapa saja pengajar di pesantren tersebut. Lantaran matang ada interaksi antara penghuni pondok dengan dirinya.

Namun, dia sempat menyaksikan penyerahan anak terduga teroris ke pengurus ponpes Rehab Hati. Selebihnya, dia tidak mengetahui mengapa Ustaz S dan HN ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut