Ini Contoh Teks Laporan Hasil Observasi yang Benar
- U-Report
VIVA – Contoh teks laporan hasil observasi mirip dengan teks deskripsi, karena keduanya memuat informasi yang akan disampaikan harus sesuai fakta. Namun, keduanya tetap memiliki sifat yang berbeda.
Teks deskripsi memiliki sifat individual dan unik, Adapun teks laporan hasil observasi memiliki sifat umum atau universal. Nah, untuk kamu yang sedang mencari contoh teks laporan hasil observasi, struktur, dan ciri-cirinya, berikut pembahasannya untuk kamu.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi
Dilansir dari repositori.kemdikbud.go.id, teks laporan hasil observasi adalah serangkaian kata yang berisi informasi umum mengenai sesuatu berdasarkan fakta dari hasil penelitian langsung. Jadi, observasi atau penelitian merupakan sebuah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap objek dalam periode tertentu, sekaligus melakukan pencatatan secara sistematis.
Laporan tersebut menjelaskan bentuk, sifat, atau ciri dari sesuatu yang diteliti. Karena melaporkan hasil penelitian, maka teks ini harus dihimpun dari sumber yang jelas dan tidak boleh menerka-nerka.
Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri tersendiri untuk membedakan dengan teks-teks yang lain berikut ini:
- Memiliki sifat objektif dan universal
- Informasi yang ditulis harus sesuai dengan fakta di lapangan
- Ditulis secara lengkap dan sempurna
- Tidak mengandung opini atau pendapat menyimpang dan tidak tepat
- Informasi penelitian dikelompokkan secara sistematis
- Objek yang dibahas adalah objek tunggal
Struktur Teks Laporan Hasil observasi
Pernyataan Umum
Pernyataan umum adalah bagian yang memuat informasi umum tentang objek yang akan diteliti. Bagian ini juga bisa dikatakan sebagai definisi umum karena mengandung pengertian atau definisi mengenai objek yang dilaporkan.
Aspek yang Dilaporkan
Aspek yang dilaporkan berisi penjelasan tentang informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan secara rinci. Dalam bagian ini, diuraikan juga klasifikasi atau penggolongan secara sistematis dari kelas yang besar sampai kelas yang kecil. Misalnya penggolongan dimulai dari aspek perilaku, genetik, fungsi, peran, dan kepribadiannya.
Kaidah Kebahasaan
- Memakai frasa nomina
- Memakai verba relasional
- Memakai verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku
- Memakai kata penghubung atau konjungsi
- Memakai paragraf dengan kalimat utama yang memuat informasi utama
- Memakai kata keilmuwan atau teknis