Disentil Data Bocor

Ilustrasi Hacker
Sumber :
  • U-Report

Juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiawan menegaskan data masyarakat yang ada di dalam sistem eHAC masih tersimpan dengan baik di tengah isu dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna aplikasi eHAC.

img_title SSD Laptop Mulai Bermasalah? Kenali 5 Tanda Sebelum Data Penting Hilang

"Apa yang kita alami ini bukan terkait kebocoran data, ini adalah bagian dari proses, kalau di keamanan siber kita kenal sebagai threat information sharing," kata Anton di konferensi pers daring, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan hal itu adalah pertukaran informasi di antara pihak-pihak yang punya izin terhadap keamanan siber. Pihaknya mendapatkan informasi kerentanan dari vpnMentor yang kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti.

img_title Kebocoran Achievement Steam Makin Meluas, Gameplay Puluhan Game Mulai Terungkap

"Data-data yang ada masih tetap tersimpan baik, informasi ini bagian dari mitigasi risiko untuk melakukan langkah pencegahan," ujar dia.

Anton mengakui ditemukan celah dalam sistem eHAC di mana muncul potensi kebocoran data, namun celah itu telah ditutup dan hingga saat ini Kementerian Kesehatan menyatakan belum ditemukan indikasi ke arah kebocoran data.

img_title Data Lama Steam Bocor, Rahasia Portal 2, Left 4 Dead hingga Counter-Strike Mulai Terungkap

Secara teknis, kerentanan yang ditemukan disebut sebagai sensitive data exposure. Kerentanan menyasar kepada port tertentu yang diibaratkan seperti pintu dalam sistem elektronik. "Sistem elektronik bekerja pakai port, seperti pintu rumah, untuk bertransaksi data," katanya.

Port tersebut yang memiliki kerentanan. Seharusnya, data dalam port tidak bisa dimasuki pihak yang tidak berwenang. Anton mengatakan perbaikan sudah dilakukan agar port ditutup dan aksesnya terkendali. 

Data kebocoran pada sistem eHAC yang dibeberkan vpnMentor

Photo :
  • vpnmentor

Sudah Bobol

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejatinya, vpnMentor bukan tim pertama yang menemukan celah atau kerentanan pada sistem eHAC. Menurut Pakar Keamanan Siber, Pratama Persadha, jika database itu bisa diakses oleh vpnMentor, artinya sistem eHAC bisa diakses oleh siapapun.
  
"Jadi vpnMentor yang melaporkan adanya kebocoran ini mereka dapat laporan dari hacker lain tanggal 15 Juli. Artinya sudah ada hacker lain yang masuk ke sistem eHAC dan mungkin sudah mengambil datanya," kata Pratama dalam perbicangan di tvOne, Minggu, 5 September 2021.

Seperti diketahui, vpnMentor mengakui telah melakukan tes masuk ke dalam sistem eHAC dan mereka berhasil membuktikannya dengan membeberkan sejumlah data dalam database eHAC. Pratama yakin vpnMentor bukan sekedar menginformasikan ada kerentanan pada sistem, tapi mereka juga sudah menarik semua database eHAC secara ilegal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut