Kapolsek Percut Sei Bantah Aniaya Anak Buahnya

Penganiayaan ilustrasi
Sumber :
  • www.pixabay.com/bykst

VIVA – Seorang anggota Polri bertugas di Polsek Percut Seituan, berinsial Brigadir FS mengaku dianiaya oleh atasanya, sehingga ia mengalami memar di bagian wajah dan tangannya.

img_title Bunuh Istri Siri dan Anak Lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling, Dwi Bagus Ternyata Terinspirasi Film

Dengan itu, Bripda FS diwakilkan oleh istrinya, berinsial A melaporkan dugaan penganiayaan dilakukan Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Pieter terhadap suaminya, ke Propam Polrestabes Medan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

A mengatakan dugaan penganiayaan tersebut terjadi, Selasa malam, 28 September 2021. Ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Berawal pada hari itu, FS diminta oleh keluarganya untuk melihat tanah mereka di Desa Tanjung Selamat, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

img_title Usai Habisi Istri Siri dan Anak di Madiun Secara Keji, Begini Pengakuan Dwi Bagus

“(Suami) saya menegur penggarap, yang melakukan kegiatan ilegal di tanah tersebut,” sebut, A kepada wartawan, Rabu 29 September 2021.

Saat berada di lokasi itu, FS dihubungi seorang pengembang berinsial HB. FS diajak HB untuk berbicara sambil makan durian tidak jauh dari lokasi tersebut.

img_title Advokat di Aceh Diduga Dikeroyok dan Diancam Golok, Pelaku Minta Uang Rp10 Juta

“Tetapi sampai di sana ternyata ada pak Kapolsek dan suami saya dijedutkan, diborgol, dibanting dan dipukulin. Saya tidak menyangka dan tidak terima atas perlakuan itu,” ucap A.

A mengungkapkan bila suaminya bersalah, cukup diberikan hukuman sesuai dengan peraturan. Jangan sampai terjadi diduga penganiayaan tersebut, dialami oleh suaminya itu.

“Kalau memang suami saya salah hukum lah dia mau disuruh push up 1000 kali atau disetrap berhari-hari, di depan tiang bendera. Kenapa diperlakukan seperti binatang,” tutur A.

Terpisah, Kapolsek Percut Seituan, AKP. Jan Pieter membantah apa disampaikan oleh istri, FS. Ia mengatakan bahwa FS diamankan karena diduga meresahkan warga.

“Jadi saya mengamankan anggota saya karena meresahkan masyarakat, dia menghancurkan bangunan masyarakat, menodongkan senjata,” tutur Jan kepada wartawan.

Jan menjelaskan diamankan FS sesuai dengan SOP Polri dengan melibatkan Provost. Namun, ia tidak merincikan pengamanan itu, terkait dengan kasus apa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini aku buka, karena dia (FS) sudah seperti itu, aku buka semua. Sudah berulang kali dilakukan seperti itu. Kalau saya tak tanggap terhadap aduan masyarakat, nanti saya apa kata masyarakat,” kata Jan.

Pengamanan FS, Jan menjelaskan tidak ada sentimen pribadi. Namun, berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap apa dilakukan anak buahnya itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut