Eks Napi Terorisme Tanggapi Usulan Bubarkan Densus 88 Oleh Fadli Zon
- ANTARA FOTO/Rahmad
Ghazali menjelaskan pemerintah harus mampu menjalani penindakan terhadap aksi terotisme, dan tetap terus dijalankan dengan tegas dan terukur. Namun, pembinaan dan deradikalisasi juga dilakukan bijaksana dengan naik sampai ke akar-akarnya.
"Nggak usah repot-repot ditanggapi, itu hanya membuat kelompok radikal 'tepuk tangan' dan tersenyum bahagia. Gunakan aja peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu," sebut Ghazali.
Ghazali menambah banyak tokoh-tokoh dengan tulisan dan ucapannya mengarah ke Islam fobia. Namun, ia menilai itu semua kebebasan bersuara di negara demokrasi dan dilindungi Undang-undang.Â
"Sah-sah saja, Fadli Zon ngomong seperti itu. Termasuk eks napiter menyuarahkan BNPT untuk dibubarkan. Bukan berarti untuk diaminkan, pastinya tidak lah," ucap Ghazali.
Perlu Pembinaan Keluarga Napiter
Ghazali mengatakan kedepannya Densus 88 Antiteror dan BNPT berjalan bersama untuk melakukan tindak persuasif dan pembinaan terhadap istri dan anak eks napiter di seluruh daerah di tanah air ini.
"Densus itu, tidak melakukan penindakan, tapi juga melakukan pembinaan. Tapi, harus diperluas. Banyak istri-istri dan anak-anak eks napiter belum dibina. Densus dan BNPT harus aktif untuk itu semua," kata Ghazali.
Sebelumnya, Fadli Zon mendesak Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan. Dia menilai Densus 88 Â memakai narasi yang berbau Islam fobia dalam menjalankan tugasnya.
"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamofobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tetapi jangan dijadikan komoditas," demikian cuitan Fadli melalui akunnya di twitter.
Ghazali mengatakan kedepannya Densus 88 Antiteror dan BNPT berjalan bersama untuk melakukan tindak persuasif dan pembinaan terhadap istri dan anak eks napiter di seluruh daerah di tanah air ini.
"Densus itu, tidak melakukan penindakan, tapi juga melakukan pembinaan. Tapi, harus diperluas. Banyak istri-istri dan anak-anak eks napiter belum dibina. Densus dan BNPT harus aktif untuk itu semua," kata Ghazali.
Sebelumnya, Fadli Zon mendesak Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan. Dia menilai Densus 88 Â memakai narasi yang berbau Islam fobia dalam menjalankan tugasnya.
"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamofobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tetapi jangan dijadikan komoditas," demikian cuitan Fadli melalui akunnya di twitter.