Mentan Ungkap Pengembangan Bioetanol Bisa Hemat Devisa Negara Rp500 Triliun

Mentan Amran.
Sumber :
  • Dokumentasi Kementan.

Jakarta, VIVA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengembangan bioetanol nasional berpotensi menghemat devisa hingga sekitar Rp500 triliun setiap tahun.

img_title Mentan Amran Minta Pengoplos Beras SPHP Diberi Hukuman Mati

Penghematan devisa tersebut berasal dari pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan yang selama ini diproduksi negara lain, sehingga nilai ekonominya dapat berputar di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena yang terpenting adalah etanol diproduksi negara lain, itu nilainya energi, ya, biofuel, itu nilainya Rp500 triliun. Kalau Rp500 triliun ini berputar di petani Indonesia," kata Mentan Amran di Jakarta, dikutip Selasa, 22 September 2026.

img_title Hashim Bongkar Potensi Rp1.500 Triliun yang Bisa Masuk Kas Negara, Selama Ini ke Mana?

Amran mengatakan pemerintah mendorong pengembangan bioetanol berbasis tiga komoditas strategis pertanian, yakni tebu, singkong, dan jagung sebagai bahan baku utama energi.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan pengembangan lahan seluas 1 juta hingga 2 juta hektare yang akan menjadi basis produksi bahan baku bioetanol nasional.

img_title Buntut Kasus Oplos Beras SPHP di Jaktim, Mentan sebut Satu Orang Jadi Tersangka

Amran menjelaskan pengembangan kawasan bioetanol membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta untuk mempercepat realisasi program.

Lebih lanjut, dia menyebutkan sebanyak 44 bupati yang menghadiri rapat tersebut telah menyatakan dukungan dalam konsolidasi awal pengembangan kawasan bioetanol dengan menyiapkan potensi wilayah, lahan, serta komoditas yang sesuai kebutuhan industri.

Amran menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan lahan yang tersedia, seperti lahan yang telah dilepaskan dan kawasan yang sesuai untuk pengembangan tanaman energi.

Selain itu, pemerintah juga akan melibatkan BUMN serta swasta dalam pembangunan industri bioetanol dengan skema investasi yang mendukung percepatan pengembangan kawasan.

"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta, dan pasti swasta mau, karena tanahnya disiapkan oleh negara, pasti berbondong-bondong," tutur Amran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai pengembangan bioetanol menjadi langkah lanjutan setelah penguatan sektor pangan dan protein untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional melalui potensi pertanian Indonesia.

"Intinya adalah bagaimana kita berdaulat energi, pangan, protein. Insya Allah, Indonesia menjadi negara besar, negara super power ke depan. Sekarang, pangan selesai, protein sudah selesai. Sekarang, etanol kita kejar," pungkas Amran. (Ant)

Ilustrasi Gedung KPK

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah

KPK mengungkap potensi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi terkait pengurusan cukai PT Djarum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut