Negeri yang (Tak) Ramah Anak
- VIVA.co.id/istimewa
Dalam periode yang sama pada tahun berikutnya, jumlah laporan itu meningkat: 3.314 kasus kekerasan terhadap anak dengan 3.683 korban—angka yang memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai negeri ramah anak sangat patut dipertanyakan.
Peningkatan kekerasan seksual terhadap anak itu ditengarai dipengaruhi oleh dampak teknologi digital, misalnya paparan pornografi melalui media sosial. "Pelaku terinspirasi dari konten pornografi yang ada di medsos, internet, HP, dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa pengaruh dunia digital saat ini memang luar biasa," kata Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Susanto pada 26 Juli 2021.
Pemerintah, kata Susanto, sesungguhnya telah memerangi pornografi terutama di media digital termasuk media sosial dengan memblokir sumber-sumber penyebarannya. Namun pertumbuhannya yang luar biasa membuat upaya itu tak optimal mencegah paparan pornografi.