Omicron Masuk Malaysia-Singapura, Pemerintah Belum Tutup Akses ke RI

Ilustrasi pantauan penerbangan dari ATC.
Ilustrasi pantauan penerbangan dari ATC.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengakui bahwa kasus COVID-19 varian Omicron saat ini sudah terkonfirmasi di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Namun, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, terkait penerbangan dari Singapura dan Malaysia, sampai saat ini belum ada penutupan sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan kepada 11 negara yang telah dilarang masuk ke Indonesia.

Dia hanya memastikan bahwa pemerintah akan selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat kedatangan internasional, dan langkah penutupan nantinya bisa diterapkan jika kasus COVID-19 di Singapura dan Malaysia meningkat.

"Kita tentu lebih aware (dengan varian Omicron). Kalau memang nantinya ada kecenderungan (kasus COVID-19) naik, maka kita akan mengambil dan menambah listing (daftar negara yang dilarang sementara masuk RI)," kata Novie dalam telekonferensi, Sabtu, 4 Desember 2021.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto.

Photo :
  • VIVA/Sherly

Tapi di sisi lain, Novie menegaskan bahwa Kemenhub akan memaksimalkan upaya pencegahan agar gelombang ketiga COVID-19 tidak terjadi di Tanah Air. Salah satunya yakni dengan menambah masa karantina menjadi 10 hari, baik bagi WNI maupun WNA dari negara di luar daftar 11 negara yang sebelumnya telah dilarang masuk ke Indonesia.

"Karena saat ini varian Omicron ini sudah tidak hanya ada di 11 negara saja, dia sudah berkembang di (negara) tetangga-tetangga kita. Maka kita juga akan lebih aware dengan menambah jumlah karantina," ujarnya.