RS Wisma Atlet Diisolasi Pasca Omicron Ditemukan

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • ANTARA/ Muhammad Zulfikar.

VIVA – Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi Rumah Sakit Darurat COVID Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Maka seluruh aktivitas di sana tidak bisa dilakukan, termasuk karantina terpusat.

img_title 86 Rumah Sakit Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jabar, Ini Daftarnya

Itu dilakukan untuk menekan kasus penularan Varian Omicron, menyusul ditemukannya kasus penularan di area RS Wisma Atlet. Isolasi dilakukan selama 7 hari ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perkembangan situasi terakhir menjadikan pemerintah harus bertindak cepat mencegah terjadinya transmisi lokal virus Varian Omicron. Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut,” tutur Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal Suharyanto, dalam keterangan persnya, Kamis malam 16 Desember 2021.

img_title Puluhan RS di Jawa Barat Sepakat, KDM Pastikan Warga Jabar Tetap Bisa Berobat meski di Luar Daerah Asal

Keputusan ini diambil usai rapat koordinasi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Kesehatan, TNI dan Satgas. Juga dilakukan rapat dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

RS Wisma Atlet Kemayoran ini telah difungsikan sejak awal pandemi, Maret 2020. Saat ini digunakan sebagai karantina terpusat bagi mereka yang usai melakukan perjalanan internasional, melengkapi Wisma Atlet Pademangan.

img_title Dari Rumah Sakit hingga Laboratorium, Begini Perkembangan Industri Alat Kesehatan Tanah Air

Dipindahkan ke Rusun Nagrak

Karena Wisma Atlet Kemayoran sementara diisolasi, maka pemerintah membuka Rusun Nagrak, di Cilincing Jakarta Utara untuk karantina terpusat bagi PMI, pelajar, dan ASN sebagai cadangan tempat karantina.

“Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah
mengecek kesiapannya,” kata Suharyanto.

Dengan isolasi kawasan Wisma Atlet yang juga beirimbas pada tenaga kesehatan di sana, maka untuk membantu tenaga kesehatan di tempat karantina Nagrak, akan didukung dari Dinkes DKI Jakarta.

Suharyanto juga meminta bagi pasien yang sudah selesai masa karantina di Tower 4 RSDC Wisma Atlet, selama 14 hari ke belakang, untuk terus memantau kondisi kesehatan. Apabila terjadi gejala segera laporkan kepada puskesmas di wilayahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya menghimbau agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan, segera melakukan vaksinasi, dan menghadapi Natal dan Tahun Baru dengan mengurangi mobilitas,” katanya.

Ilustrasi sel kanker.

Dari Deteksi Dini hingga Pengobatan, Ini Tantangan Layanan Kanker di Kawasan Industri Bekasi

Dalam penanganan kanker, deteksi dini berperan penting karena jenis kanker, stadium saat ditemukan, serta kondisi pasien memengaruhi pilihan terapi dan prognosis.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut