Gibran Dikerubuti Lansia Saat Tinjau Vaksinasi Booster

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikerubuti lansia saat tinjau vaksinasi.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikerubuti lansia saat tinjau vaksinasi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq (Solo)

VIVA – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau vaksinasi booster yang diikuti ratusan lansia, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solo, Jumat, 14 Januari 2022. Kehadiran putra sulung Presiden Joko Widodo itu menjadi pusat perhatian para peserta vaksinasi. Tak pelak para lansia itu berebut foto bareng dengan orang nomor satu di Kota Solo.

Penampilan wali kota saat meninjau kegiatan vaksinasi booster yang pertama di Kota Solo itu cukup gaul. Ia tampak mengenakan kaus hitam yang dibalut dengan jaket hoodie denim berwarna hijau muda. Jaket bergaya anak muda itu juga dipadu dengan celana hitam dan sepatu Nike.

Gara-gara penampilan Gibran yang tampak kasual dan santai itu menyebabkan para peserta vaksinasi booster kaget. Apalagi suami Selvi Ananda itu langsung menyambangi dan menyapa puluhan lansia yang sedang mengantre mendapatkan giliran divaksin.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikerubuti lansia saat tinjau vaksinasi.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikerubuti lansia saat tinjau vaksinasi.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq (Solo)

Mengetahui wali kota menyambanginya, sejumlah lansia, baik itu perempuan maupun laki-laki pun memanfaatkan momen itu untuk bisa foto bersama dengan Gibran. Petugas Paspampres maupun ajudan tampak sigap diminta para lansia untuk memotret momen foto bersama itu dengan telepon seluler miliknya.

Selesai melayani foto bersama, Gibran meninjau sejumlah bilik yang menjadi tempat para lansia mendapatkan suntikan vaksin. Ia pun tampak menyemangati para lansia agar tidak takut saat petugas medis menyuntikan vaksin booster AstaZeneca.

Gibran mengatakan, kegiatan vaksinasi booster yang dilakukan di Solo masih terbatas. Hari ini jumlah peserta vaksinasi booster pada hari pertama di Solo diikuti sekitar 200 orang lansia. Terbatasnya jumlah tersebut lantaran stok vaksin yang digunakan untuk suntikan booster masih terbatas.