Banser dan Korps PMII Ricuh di Sumut, Ini Penyebabnya

Kongres PMII di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 15 Mei 2017.
Kongres PMII di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 15 Mei 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti.

VIVA – Pelantikan Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara di Garuda Plaza Hotel, Kota Medan, Kamis 10 Februari 2022, berakhir ricuh.  Kericuhan terjadi antara anggota Banser Anshor dengan kader PMII, yang didominasi wanita.

Atas kejadian itu, Ketua PKC PMII Sumut, Muhammad Tarmizi menjelaskan duduk permasalahan memicu terjadi kericuhan saat pelantikan berlangsung. Berawal dari instruksi dan protes dilayangkan oleh pengurus dan kader dari Korps PMII Putri (Kopri) Medan.

"Permasalahannya, PKC Sumut ada Ketua Kopri bidang prempuannya. Jadi, saat sesi pelantikan, ada instruksi dari Ketua Kopri Medan sebagai tamu undangan," kata Tarmizi saat dikonfirmasi VIVA, Sabtu siang, 12 Februari 2022.

Tarmizi mengatakan, sebelum pelantikan terjadi pemilihan Ketua Kopri Sumut. Namun, Ketua Kopri Medan sebagai salah satu calon, kalah dalam pemilihan tersebut. Sehingga terjadi instruksi keberatan yang ingin disampaikan langsung oleh Ketua Kopri Medan kepada Ketua Umum PB PMII, Muhammad Abdullah Syukri.

"Sebelumnya, dia calon ketua Kopri Sumut, tapi kalah. Ini masalah internal. Mungkin dia tidak terima dengan kekalahan dengan ketua Kopri sekarang (terpilih). Menunggu momen untuk instruksi dan menyangga saat pelantikan kami. Karena, ada kehadiran Ketua PB PMII disitu. Itu awal mulanya, terus ribut di bagian belakang. Habis itu, kondusif," kata Tarmizi.

Disinggung kehadiran Banser Anshor dalam pelantikan tersebut. Tarmizi mengungkapkan memang diundang secara resmi oleh pihak Panitia Pelaksanaan Pelantikan tersebut. 

"Kehadiran Banser itu, emang diundang oleh panitia pelaksana. Banser itu, bagian dari NU, PMII bagian dari NU. Bila ada kegiatan keluarga besar Nahdatul Ulama, abang-abang kita ini (Banser) sebagai pengamanan. Membantu sukses acara, itu kewajaran, karena setiap kegiatan PMII dan acara nasional Banser menjadi garda kedepannya untuk menyukseskan acara," jelas Tarmizi.

Tarmizi juga membantah terkait dengan informasi dari video kericuhan saat pelantikan dan viral di media sosial. Dengan kondisi tersebut, ia mengatakan ada kelompok yang disudutkan dengan memberikan informasi tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Tarmizi mengakui, kehadiran Banser sebagai undangan dan juga diminta sebagai pihak pengaman saat berlangsung acara pelantikan tersebut. Ia mengatakan, meski ada kericuhan pelantikan tetap berjalan dengan kondusif.

PMII menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Jumat, 20 September 2019.

PMII menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Jumat, 20 September 2019.

Photo :
  • VIVA/ Edwin Firdaus.

Kericuhan tersebut, berlangsung cepat. Karena, petugas kepolisian menerima laporan kericuhan langsung turun ke Garuda Plaza Hotel untuk menenangkan situasi dan kembali kondusif.

"Aku cuma meluruskan, terkait dengan video viral itu. Dengan isi menyundut satu pihak itu, tidak benar. Banser datang untuk merusuh, itu tidak benar. Banser resmi diundang. Kalau kami undang TNI atau Polisi itu, malah tidak benar lagi. Apa polisi itu, NU?. Apa TNI itu, NU?. Kan tidak," sebut Tarmizi.

Pasca kericuhan tersebut, Tarmizi akan melakukan konsolidasi internal termasuk dengan Ketua Kopri Medan."Saya ketua PKC Sumatera Utara, saya melakukan konsolidasi internal, saya akan jumpa kawan-kawan yang ribut untuk bersilaturahmi. Tanjung jawab organisasi, kalau duduk selesai semua itu," ucap Tarmizi.

Tarmizi berharap ke depannya seluruh kader PMII dapat bekerjasama dengan membuat kegiatan bersama."Harapan ke depan membuat kegiatan bersama, tidak ada lagi berbeda pandangan. Satu tujuan," tutur Tarmizi.