Waduh, Densus 88 Tangkap Teroris yang Ngumpet di Kantor Polisi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan
Sumber :
  • dok Polri

VIVA – Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang tersangka teroris inisial EP. Uniknya, EP ditangkap karena bersembunyi di Mako Polsek Kampar, Riau.

img_title Kopilot Flydubai Serang Pilot Tujuan Israel Pernah Dilarang Terbang karena Pandangan Ekstremis

“Tersangka EP ditangkap di Mako Polsek Kampar pada Selasa, 8 Februari 2022, jam 23:48 WIB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan saat dihubungi pada Senin, 14 Februari 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, tersangka EP ditangkap saat bersembunyi di ruangan kosong Polsek Kampar. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci terkait bagaimana tersangka bisa masuk bersembunyi di kantor polisi tersebut.

img_title 3 Terduga Teroris ditangkap di Sulteng, Ada yang Sudah 9 Tahun Tinggal Menyamar Jadi Petani

Baca juga: IHSG Dibuka Melemah Awal Pekan, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Ini

Aparat Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang dari tiga terduga teroris Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis, 17 Februari 2021.

Photo :
  • VIVA/Ngadri

img_title Bom Mobil Meledak dan Tabrak Kantor Polisi di Pakistan saat Salat Jumat, 16 Orang Tewas

“Ditangkap saat bersembunyi di ruangan kosong dalam gedung/bangunan Polsek Kampar pada malam hari,” jelas dia.

Sementara, Ramadhan menyebut tersangka EP terlibat dalam kelompok jaringan teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Rencananya, kata dia, EP akan melakukan persiapan amaliyah di kantor polisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keterlibatan merupakan anggota JAD (Jama’ah Anshorut Daulah) Padang. Telah melakukan persiapan amaliyah ke kantor polisi, namun berhasil digagalkan petugas Densus 88,” ujarnya.

Ilustrasi Terorisme

Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi, Diduga Terhubung Lewat Pertemuan Daring

Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme dalam operasi serentak di enam provinsi. Mereka terafiliasi jaringan Daulah Islamiyah dan kelompok teror lain.

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut