Polda Sumut Periksa Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Kerangkeng
- VIVA.co.id/ Putra Nasution (Medan)
VIVA – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan pemeriksaan saksi untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus kerangkeng manusia di rumah milik Bupati Langkat Nonaktif, Terbit Rencana Peranging-angin.
Pemeriksaan saksi dilakukan di Polda Sumut ini juga termasuk oknum polisi diduga terlibat dalam kasus kerangkeng manusia itu.
"Ada (oknum polisi tersebut) dan beberapa yang sudah kita mintai keterangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi VIVA, Selasa, 8 Maret 2022.
Terkait peran oknum polisi yang terlibat, Hadi belum bisa bicara banyak. Sebab, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. "Kita masih mendalami terus," tutur perwira polisi melati tiga itu.
Dalam kasus ini, Komnas HAM melaporkan ada dugaan keterlibatan oknum TNI/Polri dalam kasus kerangkeng manusia itu. Menyikapi itu, dua institusi sama-sama sudah melakukan penyelidikan.
Kerangkeng yang Berada di Kediaman Bupati Langkat.
- TvOne/Yoga Syahputra
Hadi mengatakan Polda Sumut juga akan menindak tegas oknum anggota yang terlibat dalam kasus kerangkeng manusia itu.
"Polda sumut akan terus berkoordinasi dengan Komnas HAM serta berkomitmen melakukan langkah-langkah untuk mendalami dan menyelidiki dugaan keterlibatan anggota Polsek," tutur Hadi dalam keterangan tertulis diterima VIVA, Rabu malam, 2 Maret 2022.
Kemudian, ia menyampaikan tindakan tegas terhadap oknum Polri yang terlibat merupakan instruksi dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak. Untuk itu, ia menjelaskan pihaknya terus berkordinasi dengan Komnas HAM dalam penyidikan kasus ini.
"Apa bila itu, benar kita tidak akan ragu memprosesnya karena itu komitmen kita," tutur Hadi.
Menurut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut sudah menaikkan status penyeledikan ke penyidikan. Tak lama lagi, pihak kepolisian akan mengumumkan tersangka dalam kasus kerangkeng manusia itu.
"Hasil gelar Perkara Penyidik menaikan Dari penyelidikan ke Penyidikan, atas dasar dua laporan Polisi," jelas Hadi.
Hadi mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara meraton sebanyak 70 saksi. Termasuk, Terbit diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, beberapa waktu lalu. Kemudian, keluarga dan kerabat keluarga Bupati Langkat Nonaktif tersebut.
"Naiknya status penyidikan itu setelah Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan rangkaian Penyelidikan dan gelar perkara pada Sabtu 26 Februari 2022," jelas Hadi.