Bandara Husein Sastranegara Akan Kembali Buka Rute Internasional

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.
Sumber :
  • Viva.co.id/ Adi Suparman (Bandung)

VIVA – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebutkan, dalam waktu dekat Bandara Husein Sastranegara akan kembali membuka rute penerbangan internasional ke Kota Bandung. Rencana ini dipastikan seusai rapat bersama pihak Angkasa Pura II.

Audit ICAO, Bandara Soetta Optimis Raih Nilai Kepatuhan 80 Persen USAP-CMA 2024

"Angkasa Pura mengajak pemerintah kota (pemkot) untuk membuka penerbangan internasional masuk ke Kota Bandung. Pada prinsipnya kami sangat mendukung karena memang indikator COVID-19 di Kota Bandung sudah semakin baik," ujar Yana di Bandung, Senin, 25 April 2022.

Pihaknya kemudian mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bisa memperoleh izin prinsip penerbangan internasional ke Kota Bandung. "Dengan dibukanya penerbangan internasional ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk melakukan percepatan perekonomian di Kota Bandung pascapandemi COVID-19," katanya.

Seorang Teknisi di Iran Tewas Setelah Tersedot Mesin Pesawat

Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Adi Suparman (Bandung)

Yana menambahkan, jika ternyata ditemukan kasus positif pada pengunjung yang datang dari luar negeri, penangananya akan disesuaikan dengan Standard Operating Procedure (SOP). "Nanti kita lihat dari kasusnya dulunya. Tentu akan disesuaikan dengan SOP yang ada apakah isoman atau dirujuk ke RS," katanya.

Aktor Bollywood Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Selundupkan 3 Hewan Dilindungi

General Manager Angkasa Pura II Husein Sastranegara, Cin Asmoro mengatakan, rute internasional dibuka karena memang sudah ada permintaan dari pihak maskapai luar. "Karena memang sudah ada demand untuk rute ke Bandung dari maskapai luar, itu datang dari Air Asia, SQ, Lion Air dan Malindo Air. Rutenya Singapura-Bandung dan Malaysia-Bandung," katanya.

Rencananya, untuk metode pengecekan COVID-19 akan menggunakan cara baru, yakni dengan air liur. "Dari hasil diskusi tadi, rencananya nanti akan kami coba gunakan alat baru dari Biofarma, mengeceknya lewat air liur, bukan di PCR hidung lagi," katanya.

"Itu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu. Namun, akan kami bahas lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya