DPR Minta Aparat Bertindak Dugaan Penambangan Liar di Morowali

Ilustrasi tambang emas ilegal.
Sumber :
  • tvOne/Haswadi

VIVA Nasional – Anggota Komisi III DPR NM Dipo Nusantara Pua Upa mendesak aparat hukum bertindak tegas terhadap perusahaan tambang yang diduga tak memiliki izin penambangan. Dugaan penambangan illegal tersebut berpotensi merugikan negara. 

img_title Giliran PKS Tolak Usulan Luhut soal Definisi Korupsi: Berbahaya

"Aparat harus cepat merespon keluhan masyarakat sekitar tambang, karena aset-aset negara harus dilindungi dan diselamatkan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Koalisi Rakyat Selamatkan (KRS) Morowali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Morowali, Senin, 4 Juli lalu. Aksi unjuk rasa itu meminta agar aparat hukum tak membiarkan mafia tambang menjarah aset negara. "Baik, kepolisian, KPK dan Kejaksaan harus turun tangan untuk menyelidiki dugaan kasus penambangan liar," ujar Dipo lagi.

img_title Bungkam soal Polemik Ijazah Gibran, Politikus PDIP Kritik Keras DPR: Bersumpah Itu Kepada Tuhan, Bukan Manusia!

Komisi III DPR, lanjut Politisi PKB ini,  akan terus mendorong agar aparat menyelidiki kasus-kasus dugaan penambangan liar, bukan hanya di  Morowali saja, namun seluruh Indonesia. "Kita minta aparat menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," paparnya.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan Aksi KRS Morowali, Handi mendesak wakil rakyat dan KPK untuk membantu memberantas  mafia tambang di wilayah ini,” teriak mereka dari atas truk, yang di sekelilingnya  sudah  dijaga oleh pasukan  Satpol PP, kepolisian dan unsur TNI.

img_title Anggota DPR Minta Distribusi BBM di Bali Harus Terpenuhi Agar Tak Ganggu Sektor Pariwisata

Bahkan Handi meminta pemerintah tak pandang bulu dalam menerapkan sanksi hukum kepada mafia tambang Morowali. Tak  boleh ada tebang pilih. Apa pun posisi dan jabatannya.

Selain itu, KRS Morowali juga meminta pemerintah segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) tambang. "Tangkap  para perambah kawasan hutan di Siumbatu dan WIUPK Blok  Bahodopi Utara,” tegas mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KRS Morowali juga mendesak Bupati Morowali, agar bertanggungjawab terhadap dugaan penambangan ilegal tersebut. Mereka meminta Bupati Morowali, segera melaksanakan rekomendasi  DPRD Morowali. “Kami juga meminta Bupati  Morowali berdialog dengan aliansi rakyat lingkar industri," tuturnya lagi. 

Kalau perlu, Presiden  Joko Widodo turun tangan menyelamatkan aset negara  yang ada di Morowali, dari dugaan penjarahan mafia pertambangan. "Hanya Presiden Joko Widodo yang bisa menyelamatkan aset negara yang ada di Morowali ini, dari penjarahan para oknum,” ucap Handi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut