Pejabat DIY Tersangka Korupsi di KPK, Sultan HB: Saya Tidak Akan Bantu

Sri Sultan Hamengkubuwono X
Sri Sultan Hamengkubuwono X
Sumber :
  • VIVA/Wahyu Firmansyah

VIVA – Kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida Yogyakarta terus ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK baru saja menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Mandala Krida ini.

Salah satu dari tiga tersangka ini adalah seorang PNS di lingkup Pemerintah Provinsi DIY yaitu Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial EW.

Terkait penetapan seorang tersangka dari lingkungan PNS Pemda DIY, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun angkat bicara. Sultan menerangkan bahwa tidak masalah apabila KPK telah menetapkan salah seorang PNS menjadi tersangka.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata umumkan penetapan tersangka Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud (AGM).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata umumkan penetapan tersangka Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud (AGM).

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Sultan HB X menuturkan tak akan memberikan bantuan apapun terhadap PNS yang menjadi tersangka kasus korupsi, termasuk bantuan di bidang hukum. Sultan HB X menilai kalau seorang berstatus PNS melakukan korupsi maka telah melanggar sumpahnya.

"Bagi saya tidak ada masalah. Saya tidak akan membantu kalau mereka melanggar sumpahnya sendiri (sebagai ASN)," kata Sultan HB X Kamis 21 Juli 2022 malam.

"Ya berproses saja. Terbukti atau tidak itu urusan pengadilan. Gitu aja," sambungnya