Khawatir Ulangi Pelanggaran, 4 Polisi dalam Kasus Brigadir J Diisolasi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan
Sumber :
  • dok Polri

VIVA Nasional - Polri menyampaikan alasan terkait empat personelnya yang diisolasi di tempat khusus untuk jalani pemeriksaan terkait kasus kematian Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Mereka diduga menghambat penanganan kasus Brigadir J.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan hal itu sesuai dengan Peraturan Polri atau Perpol Nomor 7 Tahun 2022.

“Hal itu berdasarkan Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Pasal 1 angka 31,” kata Ramadhan saat dihubungi wartawan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan pejabat Polri preskon soal kasus Brigadir J.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan pejabat Polri preskon soal kasus Brigadir J.

Photo :
  • VIVA.co.id/Ilham Rahmat

Dia menjelaskan, dalam Pasal 98 Ayat (3), diatur  penempatan pada tempat khusus dapat dilaksanakan sebelum sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Ia mengatakan demikian karena  merujuk pertimbangan keamanan atau keselamatan terduga pelanggar. Apalagi, perkaranya menjadi atensi masyarakat luas.

“Terduga pelanggar dikhawatirkan melarikan diri dan/atau mengulangi pelanggaran kembali,” ujarnya.

Menurut dia, tempat khusus berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Pasal 1 Angka 35 adalah tempat khusus yang selanjutnya disingkat Patsus itu berupa markas, rumah kediaman, ruang tertentu, kapal, atau tempat yang ditunjuk oleh ankum.