Aliran Sesat Muncul di NTT, Anggap Perempuan di China sebagai Tuhan

Kesbangpolda Kabupaten Manggarai, NTT Goldolfus B. Ngarang
Kesbangpolda Kabupaten Manggarai, NTT Goldolfus B. Ngarang
Sumber :
  • tvOne/Jo Kenaru

VIVA Nasional – Umat Katolik di Keuskupan Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan terpapar sebuah aliran sesat bernama Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Aliran tersebut ditengarai muncul di wilayah Flores pada akhir 2021 lalu. Di Kabupaten Manggarai sendiri aliran ini didalangi oleh seorang perempuan MFS dan adiknya EJ yang saat ini masih duduk di bangku kelas II SMK di Ruteng.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kabupaten Manggarai, Goldolfus B. Ngarang membenarkan keberadaan sekte tersebut.

Ilustrasi aliran sesat.

Ilustrasi aliran sesat.

Photo :
  • Pixabay/ Matryx

Disampaikan Ngarang, umat Katolik yang terpapar diperkirakan lebih dari 200 orang. Hal itu diketahui saat dirinya mewawancarai EJ, seorang pengikut sekte tersebut.

“Dari investigasi kami terhadap EJ kami menduga anggota kelompok ini sudah cukup banyak. Ini kami ketahui melalui grup WA. Grup WA ini anggotanya kurang lebih 700 orang. Yang terbanyak orang Manggarai,” ujar Gondolfus kepada VIVA, Jumat 12 Agustus 2022.

Adapun EJ, sebut Gondolfus adalah siswi salah satu SMK di Ruteng.

“Dari penelusuran kami anggotanya tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Wae Rii. Jumlah persisnya masih perlu pendalaman lagi,” ungkap Ngarang.

Dikatakan Gondolfus, Gereja Tuhan yang Maha Kuasa Manggarai dipimpin MFS yang dalam kelompoknya dijuluki sister. Peran MFS adalah merekrut pengikut melalui media sosial, buku-buku ajaran dan tatap muka.

Dilaporkan Suami MFS

Menurut Gondolfus, keberadaan sekte ini pertama kali dilaporkan oleh YL, suami MFS. “Sebelum diketahuinya aliran ini mereka berdua dan anak-anak tinggal bersama di Tenda Kelurahan Tenda Kecamatan Langke Rembong. Namun MFS kini dikabarkan tinggal pisah dengan suami dan anak-anaknya,” sebut Ngarang.

“Menurut YL, istrinya tidak lagi ke Gereja Katolik untuk mengikuti misa dan buku yang sering dia baca kitab bergambar pedang (Kitab Penghakiman). MFS berupaya membujuk suami dan anak-anaknya untuk mengikuti kelompok mereka karena menurut MFS ajaran yang dia yakini saat itu yang benar. Suaminya dan anak-anak tidak setuju karena ajarannya berbeda dengan keyakinannya sebagai orang Katolik,” tutur Gondolfus.

Karena ajarannya ini, YL  mengusir MFS dari rumah mereka di Tenda Kelurahan Tenda Kecamatan Langke Rembong.

“MFS saat ini tinggal dan menetap di Rampas Sasa Desa Wae Mulu,” imbuhnya.

Perempuan di China sebagai Tuhan

Dari investigasi yang dilakukan Kesbangpolda dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Manggarai, kemudian mendapat penjelasan dari  EJ tentang inti ajaran kelompok ini.

“Ajarannya seperti ini, Tuhan Yesus melakukan karya keselamatan untuk umat manusia namun karyaNya belum tuntas atau belum selesai. Karena itu Tuhan datang lagi untuk kedua kalinya dan Tuhan datang melalui seorang perempuan. Perempuan itu berada di China dan merupakan pimpinan tertinggi dari kelompok ini,” bebernya.

“Dapat dikatakan sosok perempuan ini merupakan Tuhan. Dan keselamatan hanya bisa dicapai melalui perempuan di China itu,” tambah dia lagi.

Tak Punya Pusat kegiatan

Mantan Camata Lelak ini mengatakan, ajaran tersebut tidak mempunyai rumah untuk melakukan ibadat ataupun untuk pertemuan. Doktrin dan testimoni setiap hari disampaikan melalui grup WA.

“Komunikasi dengan anggota lebih banyak melalui grup WhatsApp. Menurut pengakuan EJ, tahun 2022 ini baru 2 kali melakukan rapat yang dilaksanakan di tempat terbuka yaitu di Taman Kota dan di Gua Maria Golo Curu,” ungkap Gondolfus.

Sejauh ini menurut Gondolfus, pihaknya berupaya menghentikan pergerakan aliran sesat tersebut melalui pengawasan dan pemantauan terhadap orang orang yang diduga terpapar.

Mengagendakan untuk menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah SMP dan SMA/SMK untuk menyampaikan hal ini dan supaya melakukan pemeriksaan rutin HP anak sekolah. Menyampaikan himbaun kepada umat gereja melalui Pastor Paroki atau Pendeta.

“Meminta para camat untuk memantau pergerakan aliran atau kelompok ini. Untuk EJ dan siapa saja yang terpapar kami imbau setop mumpung belum terlambat aliran ini sesat,” tekan dia.

Laporan Jo Kenaru/ Manggarai-NTT

Baca juga: Heboh, Dewa Matahari Ditangkap Polisi