Mengenal Alat Lie Detector yang Dites ke Ferdy Sambo Cs

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Sumber :
  • Polri

VIVA Nasional – Polri melakukan uji pendeteksi kebohongan atau lie detector ke para tersangka kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Pemeriksaan lie detector atau poligraf ini dilakukan tim Puslabfor ke Ferdy Sambo Cs bertujuan untuk memperkaya atau menambah alat bukti yang sudah dikumpulkan oleh tim penyidik.

img_title Sosok Brigjen Made Agus: Jenderal Lesehan Makan Pecel di Aspal hingga Terlibat Optimalisasi ETLE

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Puslabfor Polri saat ini menggunakan poligraf limestones dan lafayette. Dua alat poligraf tersebut kata Dedi sudah diakui oleh American Polygraph Assosciation (APA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Instrumen poligraf mulai digunakan di Labfor dari tahun 1985 (lafayette tipe analog). Sejak tahun 2000-an sudah menggunakan poligraf tipe digital sampai saat ini, dimana poligraf digital dikembangkan karena lebih responsif dari alat analog sebelumnya," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 September 2022.

img_title Bareskrim Usut Tuntas Mafia Pangan Usai Terima Laporan Mentan Amran

Tersangka Ferdy Sambo bersama istrinya, tersangka Putri Candrawathi

Photo :
  • (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU)

Dedi menuturkan, dalam pemeriksaan lie detector, APA menyaratkan minimal ada 3 sensor instrumen poligraf yakni Pneumograph yaitu merekam pola pernapasan (dada dan perut), Galvanometer yaitu merekam respon tahanan/konduktansi kulit dan Cardiograph yaitu merekam perubahan pola cardio vascular/tekanan darah/jantung.

img_title Dudung Beberkan Pesan Menohok Presiden Prabowo untuk Tangani Karhutla

Adapun tahapan pemeriksaan yaitu awalnya melakukan interview atau pre test selama 2-3 jam. Yaitu memberikan pemahaman tentang cara kerja alat poligraf, menggali riwayat sosial, riwayat kesehatan untuk memastikan kesiapan terperiksa dalam pemeriksaan.

"Tahapan ini juga bertujuan untuk mencapai rapport (membangun chemistry antara pemeriksa dan terperiksa)," katanya.

Bharada E, Putri Candrawathi dan Kuat Maruf dalam rekonstruksi

Photo :
  • TV Polri

Selanjutnya pemasangan alat/test (waktu 1 -2 jam). Dimana terperiksa dipasang sensor-sensor poligraf kemudian dilakukan tes awal untuk membiasakan terperiksa rileks dengan alat yang terpasang. Hal ini untuk mengetahui pola reaksi tubuh terperiksa ketika jujur maupun ketika berbohong dan untuk melihat kesiapan terperiksa secara mental dan fisik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian baru diperiksa dengan diberikan serangkaian pertanyaan terstruktur (pertanyaan netral, control, relevant, SR, symptomatic), 1 grafik/chart terdiri atas 10-12 pertanyaan, grafik/chart diambil 3-5 kali untuk metoda terverifikasi oleh APA," katanya.

Tahapan selanjutnya yakni evaluasi hasil pemeriksaan dengan menganalisa hasil pemeriksaan, plus pembuatan BAP hasil pemeriksaan. Tahapan ini memakan waktu 2-3 hari kerja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut