Pendiri Indosurya Dijerat Pasal TPPU, Segini Ancaman Hukumannya

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana
Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Nasional - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyatakan kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya yang menjerat pendirinya Henry Surya dan June Indria telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tersangka lain yakni Suwito Ayub belum menjalani persidangan karena masih buron.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung, Fadil Zumhana mengatakan Henry Surya dan June didakwa dengan Undang-undang Perbankan hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini.

"Kami sangkakan pasal 46 Undang-undang Perbankan ancaman pidana 15 tahun. Dan, kami kumulatifkan dengan Undang-undang TPPU ancaman sampai 20 tahun," kata Fadil dalam konferensi pers, Rabu, 28 September 2022.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Fadil menjelaskan, Kejagung terus berkomitmen untuk melindungi para korban investasi KSP yang jumlahnya puluhan ribu orang. Terlebih, dalam hal ini KSP Indosurya mampu mengumpulkan uang senilai Rp 106 triliun dari aktivitas ilegalnya.

"Bahwa jaksa melindungi korban, korbannya kurang lebih 23 ribu orang korban. Kerugiannya berdasarkan LHA PPATK, Indosurya mengumpulkan dana secara ilegal sebanyak Rp106 triliun," jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus
(Dittipideksus) Bareskrim Polri telah melimpahkan dua tersangka kasus penipuan investasi dana nasabah KSP ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Mereka ialah Henry Surya (HS) dan June Indria.

Halaman Selanjutnya
img_title