Ronny Geram, Pengacara Sambo Mau 'Jebak' Bharada E
- VIVA/M Ali Wafa
"Kemudian, untuk terdakwa Ricky Rizal?" tanya JPU.
"Kita lakukan dua kali juga bapak," ungkap Aji.
"Yang pertama skornya?" tanya JPU lagi.
"Plus 11 dan yang kedua plus 19," tutur Aji.
"Untuk terdakwa Richard (Bharada E)?" kata JPU.
"Plus 13," jawab Aji.
"Satu kali atau dua kali (tes poligraf)?" tanya JPU lagi.
"Satu kali," tegas Aji.
Aji menjelaskan, hasil skor tes poligraf plus menunjukkan terperiksa jujur. Sedangkan, jika hasil skor tes poligraf minus maka menunjukkan terperiksa terindikasi berbohong atau tidak jujur.Â
Dari hasil tes poligraf ini, diketahui terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terindikasi berbohong. Sedangkan untuk terdakwa Kuat Ma'ruf terindikasi  jujur saat ditanya apakah memergoki perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir Yosua. Namun, Kuat berbohong saat ditanya apakah melihat Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir Yosua atau tidak.
Kemudian, JPU menanyakan pertanyaan yang diajukan dalam tes poligraf kepada terdakwa Ricky Rizal. Kata Aji, pertanyaan yang diajukan ke Ricky Rizal berkaitan dengan pengambilan senjata dan Ferdy Sambo yang ikut menembak atau tidak.
"Kalau terdakwa Ricky?" tanya JPU.
"Pertanyaannya sama kayak ke Kuat Ma'ruf dan hasilnya jujur. Pertanyaannya berkaitan dengan saudara Ricky apakah ada seseorang yang menyuruh mengambil senjata Yosua dan apakah melihat Ferdy Sambo menembak," ungkap Aji.
"Yang menyuruh mengambil senjata?" tanya JPU.
"Jujur," kata Aji.
"Kalau yang kedua?" tanya JPU lagi.
"Apakah kamu melihat Sambo nembak Yosua, jawabannya jujur. Ricky tidak melihat Sambo menembak," ujarnya.
"Kalau Richard (Bharada E)?" kata JPU.
"Untuk Richard, pertanyaannya apakah kamu memberikan keterangan palsu menembak Yosua. Jawabannya Richard tidak, itu jawaban jujur. Memang Richard menembak Yosua," jawab Aji.
"Cuma itu?" tanya JPU memastikan.
"Cuma itu," ujar Aji.