Hakim ke Irfan Widyanto: Harusnya Anda Mikir

AKP Irfan Widyanto Sidang Perdana Kasus Brigadir J
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Nasional – Salah satu anggota Majelis Hakim dalam persidangan perintangan penyidikan atau obstruction of justice di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria menasihati saksi Irfan Widyanto terkait inisiatifnya saat menyerahkan DVR CCTV ke penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

img_title Bos Kapal Tanker Pembawa 1,16 Ton Ketamine Digiring ke Bareskrim, 7 ABK Dipulangkan

Anggota majelis hakim, Djuyamto mengatakan semestinya anggota Polri tidak boleh berinisiatif melakukan tindakan. Menurutnya, seorang anggota polisi ataupun TNI harus teratur dan terukur sehingga harus jelas perintahnya dari siapa dan tanggung jawabnya kepada siapa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan penyidik Bareskrim AKP Irfan Widyanto

Photo :
  • Youtube

img_title Tanah Lebih dari 3,3 Hektare hingga Uang Rp5,4 Miliar, Ini Daftar Aset yang Disita dan Diblokir Bareskrim di Berkas FH

“Makanya tadi ditanya kepada majelis. Kalau betul saudara tadi mengatakan ‘oh barang kali ini ada irisan antara tugas reserse kriminal dengan tugas Paminal. Kan seharusnya saudara paham mana yang didahulukan, mana yang berhak,” kata Djuyamto kepada Irfan Widyanto.

Padahal, saat itu, Agus Nurpatria merupakan anggota Biro Paminal Divisi Propam Polri, sedangkan Irfan merupakan anggota reserse kriminal. Seharusnya, menurut Djuyamto, Irfan telah mengetahui terkait penugasan maupun satuan kerja saat itu. Sehingga memungkinkan Urfam berpikir terlebih dahulu.

img_title Babak Baru Polemik Dokumen Pendidikan Gibran, Pelapor Dicecar 15 Pertanyaan

“Harusnya saudara mikir saat itu. Tadi saudara mengatakan ‘wah sudah benar menurut saya’. Ya sekarang saudara tahu tidK itu hal yang keliru?” tanya Djuyamto.

AKP Irfan Widyanto Sidang Perdana Kasus Brigadir J

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

“Siap Yang Mulia,” jawab Irfan.

Djuyamto mengatakan seharusnya majelis hakim tidak perlu menjelaskan hal seperti ini karena semuanya sudah diproses etik dan bahkan ada yang sudah dipecat tidak hormat. Artinya, para terdakwa sudah terbukti melanggar etik.

“Kami sebenarnya enggak perlu lagi mengupas di persidangan, enggak perlu. Karena Jelas kok terkait dengan SOP, terkait dengan profesionalitas saudara sebagai polisi sudah tidak layak periksa di sini,” ujar Djuyamto.

Meski demikian, Djuyamto mengatakan persidangan ingin menggali apakah ada mens rea (niat jahat) atau tidak dan kaitan Irfan Widyanto dengan terdakwa Agus dan Hendra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kamera CCTV

Photo :
  • https://unsplash.com/photos/5nViCpP2L6w

“Nyatanya betul toh, itu hal yang keliru toh. Kalau semuanya orang Paminal bisa bebas perintah Reskrim, apa gunanya pembagian divisi, apa gunanya pembagian job description. Gitu loh. Dari situ saja sudah enggak jelas kok,” ujar Djuyamto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut