Terungkap, Ini Sosok Wowon Otak Pembunuhan Berantai di Bekasi, Cianjur, dan Garut

Pelaku pembunuhan Wowon Erawan alias Aki
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Nasional  – Polisi akhirnya merilis tampang atau pembunuh berantai di tiga wilayah sekaligus, yaitu Bekasi, Cianjur, dan Garut sudah terpampang. Ketiga pelaku pembunuhan berantai tersebut adalah Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Duloh (63) dan M Dede Solehudin (34). 

Kasus Mayat Tanpa Kepala: Pelaku Ditangkap, Kepala Korban Belum Ditemukan

Identitas Pelaku Pembunuhan

Kolase pelaku pembunuhan berantai Duloh (kiri) dan Wowon (kanan).

Photo :
  • Istimewa/Foe Peace Simbolon
Menko Polhukam Klaim Sudah Blokir 5.000 Rekening terkait Judi Online

Pelaku atas nama Solihin alias Duloh adalah yang paling tua, seorang kakek berusia 63 tahun. Dalam foto yang beredar, Duloh sangat tua dan kulitnya sudah keriput serta berjanggut dengan rambut putih. Tubuhnya pun terbilang paling kurus. 

Sementara itu, Wowon yang diyakini sebagai otak kejahatan itu tampangnya pun sudah keriput. Badannya juga terlihat sangat kurus seperti Duloh dengan rambut yang pendek. Bedanya, rambut Wowon ini belum memutih seperti Duloh dan tidak berjanggut atau kumis. 

Heboh Pengamen di Jaksel Pukul Seorang Ibu Karena Tidak Diberi Uang, Ini Kata Polisi

Dari ketiga pelaku, Dede Solehudin usianya jauh lebih muda dari kedua pelaku kejahatan tersebut, yaitu 35 tahun. Dede berjanggut dan berkumis serta badannya cukup kurus. Dede sendiri nyaris tewas karena menenggak kopi beracun tikus dan pestisida di Bekasi. 

Kala itu, Dede menenggak kopi bersama Maemunah (istri Wowon) dan Riswandi serta Ridwan (anak Maemunah dari mantan suami bernama Didin). Tujuan Dede menenggak kopi tersebut adalah untuk menutupi kejahatan dengan berpura-pura menjadi korban keracunan. 

Sosok Wowon di Mata Istri

Pelaku pembunuhan Wowon Erawan alias Aki

Photo :
  • Istimewa

Iis Suryati (42) menceritakan sosok Wowon, salah satu tersangka kasus pembunuhan berantai di tiga daerah tersebut. Iis yang merupakan istri keempat Wowon mengatakan, mereka menikah ketika Wowon telah menceraikan ketiga istrinya. 

Kepada Iis, Wowon ngaku bekerja di tempat penggilingan beras. Iis juga mengatakan bahwa sejak tahun 2005 dia menikahi Wowon, tidak ada yang aneh. Bahkan, keduanya sudah dikaruniai dua orang anak, paling besar berusia 12 tahun. 

Iis mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui suaminya itu sering menikah dengan perempuan lain. Iis juga tak menampik bahwa dirinya mengetahui soal jenazah yang terkubur di belakang rumahnya di Cianjur. 

Identitas Korban

Ilustrasi/Korban pembunuhan

Photo :
  • VIVAnews/ Zahrul Darmawan (Depok)

Kasus tersebut berkembang setelah polisi melakukan penyidikan dan berkembang penemuan jasad di Cianjur, Jawa Barat. Hingga kini, total korban tewas akibat ulah Wowon Cs adalah 9 orang. Berikut identitas korban tewas menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. 

Tewas diracun di Bekasi

1. Ai Maimunah (40): Istri Wowon

2. Ridwan Abdul Muiz (23): Anak Ai Maimunah dari pernikahannya yang sebelumnya

3. Muhammad Riswandi (17): Anak Ai Maimunah dari pernikahannya yang sebelumnya

Dibunuh di Cianjur

4. Noneng: Mertua Wowon

5. Wiwin: Istri Wowon

6. Bayu (2): Anak Wowon

7. Farida: Diduga Tenaga Kerja Wanita (TKW)

8. Halimah (istri Wowon yang juga ibu kandung Ai Maimunah)

Di Garut:

9. Siti (TKW)

Jenazah Korban

Ilustrasi Pembunuhan

Photo :
  • Freepik

Fadil menjelaskan, 3 orang di Bekasi tewas dibunuh Wowon Cs. Sedangkan di Cianjur polisi menemukan empat jenazah berupa kerangka di tiga lubang. Sementara itu, satu korban lainnya di Garut sempat dibuang ke laut untuk menghapus jejak pembunuhan dan kemudian dikuburkan secara wajar. 

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa Siti yang merupakan korban dari Garut sempat didorong ke laut oleh Noneng yang juga korban tewas atas perintah Wowon. Ketiga tersangka ini juga masih mempunyai hubungan pertalian keluarga. Wowon diketahui saat ini menikahi Iis yang merupakan keponakan Duloh. 

Kedok Supranatural dan Janji Bikin Kaya

Ilustrasi pembunuhan

Photo :
  • http://informasi-fantastis.blogspot.co.id

Sebagian korban tewas usai menagih jani bisa mendapatkan kekayaan sampai dianggap berbahaya karena mengetahui praktik berkedok supranatural. Irjen Pol Fadil Imran mengatakan bahwa kasus ini adalah pembunuhan berantai yang dikemas dengan janji jadi kaya. 

"Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya," ujar Fadil Imran di Polda Metro Jaya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2023.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya