Polisi Cabuli Korban Pemerkosaan yang Melapor, Netizen: Innalillahi

Ilustrasi pencabulan wanita
Sumber :
  • Istimewa/Supriadi Maud/VIVA.

VIVA – Brigadir Polisi Akmal Subekti ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindakan asusila terhadap seorang anak yatim piatu di bawah umur di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

img_title Anggota Polsek Kajang Diduga Aniaya Nelayan di Dalam Sel hingga Tewas, Propam Polda Sulsel Turun Tangan

Ironisnya, kejadian ini terjadi saat korban berupaya melapor setelah mengalami pelecehan oleh pengurus panti asuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Niat Lapor Usai Diperkosa Pengurus Panti Asuhan, Anak Yatim Piatu Malah Dicabuli Polisi

img_title Polisi Catat 808 Kasus Pelanggaran Ganjil-Genap pada Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2026

Kasus ini bermula ketika korban, yang berinisial B, bersama dua rekannya mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Pandan. Mereka berniat melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan yang dialami korban di sebuah panti asuhan dengan terlapor bernama Beni.

Saat tiba di Polsek, korban bertemu dengan pelaku, Akmal Subekti. Pelaku kemudian mengajak korban ke salah satu ruangan di Polsek Tanjung Pandan untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

img_title Polisi Obok-obok Kampung Berlan di Matraman, 8 Orang Ditangkap terkait Narkoba

Tak lama kemudian, pelaku meminta korban berpindah ke ruangan lain. Di ruangan tersebut, pelaku mengunci pintu dari dalam. Sedangkan kedua teman korban menunggu di ruangan lainnya, di ruang tersebut terjadi dugaan tindak pencabulan itu.

Ilustrasi mobil polisi.

Photo :
  • Antara

Dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur itu terjadi pada Rabu, 15 Mei 2024, sekitar pukul 20.30 WIB.

Setelah melakukan aksi bejat itu, pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun, termasuk kedua temannya yang mengantarkannya ke Polsek Tanjung Pandan. Korban pun akhirnya mengalami trauma berat.

Akibat perbuatannya, pelaku menghadapi ancaman hukuman berdasarkan pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 tentang Kekerasan Seksual, yang ancamannya maksimal 12 tahun penjara. Setelah terbukti bersalah, Polres Belitung berencana memecat pelaku dari kepolisian.

Reaksi Netizen

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus dugaan tindakan asusila ini pun menjadi sorotan netizen di dunia maya. Banyak yang mempertanyakan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oknum polisi tersebut. Padahal petugas polisi seharusnya menjadi pengayom masyarakat.

“Dia berarti terangsang saat si anak menceritakan kejadiannya??” tulis seorang netizen bertanya-tanya.
”Terus harus ke mana lagi rakyat mengadu?” keluh seorang netizen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut