Catat, Ini 3 Elemen Penting dalam Digital Collaborative Mindset
- IndiHome
Broaden Digital Ecosystem
Kolaborasi dilakukan untuk memperluas ekosistem dan pasar. Ketika dua merek berkolaborasi maka masing-masing ekosistemnya disatukan sehingga kolam pasarnya membesar. Setiap merek tentu memiliki ekosistem dan pasarnya masing-masing. Ketika dua digital brand berkolaborasi, maka masing-masing brand tersebut memiliki akses kepada ekosistem brand yang menjadi mitra kolaborasi. Kolaborasi akan me-leverage kekuatan masing-masing ekosistem dan pada gilirannya akan memperluas jangkauan pasar keduanya. Contohnya adalah proses merger atau bergabungnya Gojek dan Tokopedia yang saling mengamplifikasi ekosistemnya.
Leverage Digital Brand
Melalui kolaborasi digital, dua atau lebih brand yang berkolaborasi juga akan mampu mendongkrak brand equity dengan baik secara awareness, image, maupun perceived quality.
“Contoh yang bisa kita lihat adalah kerjasama Disney dan Hotstar, Disney merupakan perusahaan konglomerasi dan mendongkrak perusahaan Hotsar asal India untuk distribusi konten di kawasan Asia. Produknya Disney+Hotstar hadir di Indonesia,” terangnya lagi.
Menurut Kurniawan, 3 elemen dalam model tersebut akan mensinergikan kapabilitas digital yang dimiliki; memperluas cakupan ekosistem digital; dan memperkuat digital brand equity melalui kolaborasi dan aliansi.
Hasil Berkolaborasi: Telkom Mendapatkan Rekognisi Internasional
Maret 2023, Telkom Indonesia baru saja mendapatkan pengakuan internasional berupa Gold Winner dalam kategori Best Customer Feedback untuk IndiHome CX Action Close the Loop Program dalam Stevie Award 2023. IndiHome juga memperoleh banyak penghargaan dari media, institusi, atau lembaga survey dari tahun ke tahun untuk bidang Marketing, Brand, Inovasi, customer assurance/ experience, dan lain-lain.
Penghargaan-penghargaan tersebut bukan tanpa sebab, IndiHome banyak melakukan inovasi, transformasi, dan perubahan strategi bisnis di 3 tahun terakhir.
IndiHome Bergeliat di Bisnis, Strategi Marketing, dan Brand
IndiHome telah berhasil melakukan penetrasi hingga melingkupi 501 Kota dan Kabupaten atau sekitar 97,5% Kota/ Kabupaten di Indonesia. Hal tersebut IndiHome lakukan untuk mencapai kedaulatan teknologi dan literasi digital. Kedaulatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan layanan fixed dan seluler secara masif di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Dampaknya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama terhadap akses informasi serta menjadi lokomotif digitalisasi bangsa guna menggerakkan perekonomian digital Indonesia. Bukan hanya itu, dampak secara bisnis juga sangat signifikan. Di akhir 2022, pelanggan IndiHome telah mencapai 9.2 juta pelanggan, yang berdampak pada performansi bisnis perusahaan.