Kombes Ade Blak-blakan soal Kasus Pemerasan oleh Pimpinan KPK

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Safri.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

Jakarta - Polisi merinci urutan proses penyelidikan kasus pemerasan yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021.

img_title Debt Collector yang Paksa Masuk ke Dalam Mobil Targetnya Ditangkap Polisi

Awalnya ada pengaduan masyarakat (dumas) perihal dugaan pemerasan yang diterima Polda Metro Jaya pada 12 Agustus 2023. Namun, tidak diungkap sosok yang membuat dumas itu. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak mengklaim identitas pelapor tak dirinci demi menjaga kerahasiaan pelapor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk pendumas atau yang melayangkan dumas yang diterima 12 agustus 2023 kami menjaga kerahasiaan pelapor untuk efektifitas penyelidikan," ucapnya kepada wartawan, Jumat 6 Oktober 2023.

img_title KPK: Kasus Korupsi di Unsoed Ancaman Serius Akademik dan Masa Depan Indonesia

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak

Photo :
  • VIVA/Foe Peace

Dia menambahkan, tim penyelidik Subdirektorat V Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus lantas memulai langkah guna menelaah dumas yang masuk itu. Kemudian, pada 15 Agustus 2023, pihaknya mengeluarkan surat perintah pulbaket sebagai dasar pengumpulan bahan keterangan atas dumas tersebut.

img_title Aksi Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel Berujung Petaka, 1 Polisi Terluka

"Dan selanjutnya pada tanggal 21 Agustus 2023 telah diterbitkan surat perintah penyelidikan sehingga kemudian tim penyelidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan serangkaian penyelidikan untuk menemukan apakah ada peristiwa pidana yang terjadi dari dugaan tindak pidana yang dilaporkan yang dimaksud," katanya.

Lalu, pihaknya mengklarifikasi beberapa pihak mulai 24 Agustus. Total ada enam orang diperiksa mulai dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) hingga sopir dan ajudannya. Adapun SYL sudah tiga kali diperiksa. Pemeriksaan ketiga dilakukan hari ini.

"Sekali Lagi kami mohon maaf untuk materi klarifikasi ataupun keterangan dimaksud belum bisa kami utarakan di sini karena ini merupakan proses penyelidikan sedang berlangsung dan masih berproses. Di mana beliau (Syahrul) telah dimintai keterangan untuk klarifikasi sebanyak tiga kali dan hari ini adalah yang ketiga kalinya beliau dimintai keterangan atau klarifikasi atas dugaan tindak pidana yang terjadi dan itu dilaporkan," kata dia lagi.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak

Photo :
  • Antara

Untuk diketahui, sopir pribadi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dikabarkan dipanggil penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya soal kasus dugaan pemerasaan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perihal kabar tersebut, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Karyoto tak mau diwawancara saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya. Sama halnya dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Safri Simanjuntak. Dirinya tak mau menanggapi perihal beredarnya surat panggilan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada giat ada giat, ada kegiatan" ucap Ade.

Mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung (rompi pink)

Praperadilan Ditolak, Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Tetap Berstatus Tersangka

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak menerima permohonan praperadilan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung terkait kasus dugaan korupsi program MBG.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut