Menggandeng Pemulung Naik Kelas
- VIVA.co.id/ Lis Yuliawati
Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 untuk kategori kelompok dari Astra ini mengatakan, sudah ribuan pemulung yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan Wastehub. Ketika ada project, Wastehub akan mengikutsertakan pemulung di sekitar wilayah tempat event berlangsung. Tidak ada sistem keanggotaan bagi para pemulung. “Kita sama pemulung sudah kayak keluarga,” kata Siti.
Dikutip dari laman Wastehub pada 30 Oktober 2023, terdapat 1.222 pemulung, 23.247 peserta, 60 relawan yang telah dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan Wastehub. Sementara jumlah sampah yang dikelola telah mencapai 2.437,17 kg.
Wastehub juga memberikan pelatihan bagi pemulung. Di antaranya membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas. Untuk pelatihan, Wastehub akan mendatangi lapak pemulung satu per satu agar memudahkan mereka untuk ikut serta.
Segendang sepenarian. Sudarti, pemilik lapak pemulung di Cipadu, Tangerang Selatan, mengatakan hal senada. Menurut dia, ada beragam pelatihan yang diberikan, seperti membuat bunga dari plastik bekas, membuat vas bunga dari koran, membuat sabun dari minyak jelanta.
Pembuatan kerajinan tangan dari plastik, kata Sudarti, sempat berlangsung sekitar dua tahun. Namun tak semua pemulung bisa membuatnya secara berkelanjutan. Sebab, pembuatan kerajinan itu membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Saat ini, kegiatan itu sudah berhenti karena pelatihnya pindah ke luar negeri.
Aktivitas Wastehub tak sebatas itu. Menurut Sudarti, para pemulung dan anak-anaknya juga diajarkan mengaji hingga diberi bantuan sembako. Berbagai kegiatan itu dinilai sangat bermanfaat bagi mereka.
Dia berharap agar kegiatan-kegiatan tersebut terus ada sehingga membuat warga lapak pemulung bisa lebih maju. “Jangan berhenti di sini. Jadi anak-anak juga ada harapannya. Dikasih tahu (belajar) jadi terbuka pikirannya,” ujarnya saat ditemui VIVA di lapak pemulung di Cipadu, Tangerang Selatan, Senin, 9 Oktober 2023.
Siti pun punya asa yang sama. Dia ingin para pemulung bisa menggapai masa depan cerah. Dia bersyukur, saat ini sejumlah mantan anak-anak didiknya berhasil mencapai cita-cita mereka. “Alhamdulillah ada yang jadi guru, jadi asisten chef,” ujarnya.
Pencapaian anak-anak tersebut membuat Siti bangga. Keberhasilan para pemulung meraih kehidupan lebih baik mendatangkan suka cita yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Masya Allah jadi kebahagiaan tersendiri,” katanya.