Mengenal Lebih Dekat Karakteristik Gunung Marapi

Gunung Marapi, Sumbar.
Sumber :
  • Andri Mardiansyah/VIVA.

Struktur yang dijumpai pada Gunung Marapi adalah berupa Sesar Besar Sumatra (Sesar Semangko), Sesar Normal, Sesar Oblique serta gawir-gawir sesar yang membentuk perbukitan yang curam dan terjal. Menurut catatan sejarah, pertumbuhan gunung Marapi melalui beberapa tahapan, dimulai dengan pembentukan tubuh Gunung Marapi tua yang di bangun oleh satuan batuan yang nya terpusat dari kawah Buncah. 

img_title Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Letusan Capai 1.300 Meter di Atas Puncak

Pada fase kedua titiknya berpindah serta membentuk Kerucut Sikumpar. Pada fase ketiga, pusat kembali ke titik semula serta menghasilkan lava dan jatuhan piroklastik. Pada fase ke empat di antaranya adalah pembentukan Kawah Tuo, di mana terjadi tiga kali satu di antaranya adalah besar. Pada fase kelima adalah pembentukan kompleks kawah Kebun Bungo, di mana kawah tersebut terbentuk titik-titik kecil lainnya, yaitu kepundan A, B, dan C, yang  mengakibatkan pembentukan morfologi yang terbuka ke arah barat daya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fase keenam terjadi perpindahan pusat yang membentuk Maar Kayu Tanduk. Fase Ketujuh adalah pembentukan kawah Bongsu dan kawah Verbeek,
dimana kawah Verbeek berada di dalam Kawah Bongsu. terakhir kembali lagi ke kawah Tuo dan Kawah Verbeek secara bergantian.

img_title Gunung Etna Erupsi, Bandara Catania-Fontanarossa Ditutup Sementara

Pemantauan aktivitas kegempaan di Gunung Marapi sendiri, dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan seismograf satu komponen bersistem pancar (RTS) model PS-2. Alat penangkap Gempabumi (Seismometer) dipasang secara permanen di lereng sebelah barat Gunung Marapi pada posisi 0° 23’ 08.89” LS, 100° 25’ 16.49” BT pada ketinggian 1400 mdpl, sedangkan alat perekam Gempabumi (Rekorder) di pasang di Pos Pengamatan Gunungapi Marapi Bukittinggi. Gempa yang terekam adalah Gempa VUlkanik Dangkal (VB), Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Tektonik Lokal (TL) dan Gempa Tektonik Jauh (TJ).

Dalam usaha Mitigasi Bencana Gunungapi, dilakukan pemantauan visual dan kegempaan secara menerus yang berhubungan dengan gejala vulkanik Gunung Marapi. Pun dengan pengamatan visual, dipantau secara menerus dari pos Pengamatan Gunung Marapi yang meliputi pengamatan tinggi, warna, tekanan asap abu letusan dan arah penyebarannya. Hembusan asap kawah gunung Marapi berwarna putih sedang hingga tebal.

img_title Muncul Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan , Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

Gunung Marapi di Sumatera Barat Erupsi.

Photo :
  • VIVA/Andri Mardiansyah (Padang)/-HO-PVMBG Badan Geologi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut