Kaesang: Proyek BTS 4G di Ende Jangan Dikorupsi Lagi, Harus Diselesaikan

Kaesang Pangarep, Rapat Pertama Usai Jabat Ketua Umum PSI
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menyinggung kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek menara base transceiver station (BTS) 4G di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sehingga, kata dia, sinyal di Ende tidak sekencang di Pulau Jawa akibat perbuatan tindak pidana korupsi.

Kisah Julukan 'Ratu Kemiri' Istri Bupati Manggarai dalam Dugaan Jual Beli Proyek APDB

"Kalau ada yang komen internet lambat, di Ende tidak begitu lambat. Tapi kalau dibandingkan di Jawa, pasti lebih cepat yang di Jawa," kata Kaesang melalui keterangannya pada Jumat, 29 Desember 2023.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat memberikan keterangan pers berkaitan dengan pernyataan Ade Armando soal politik dinasti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu malam, 6 Desember 2023.

Photo :
  • ANTARA/Syaiful Hakim
Respons Hasto, Golkar Pastikan Dukung Menantu Jokowi di Pilgub Sumut

Oleh karena itu, Kaesang yang merupakan putera bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini berharap proyek BTS 4G tetap dibangun di kawasan Indonesia timur, khususnya wilayah Ende. Terpenting, kata dia, jangan ada lagi tindak pidana korupsi terhadap proyek BTS di Indonesia timur tersebut.

"Semoga setelah ini banyak BTS yang akan dibangun disini. Saya berharap tidak dikorupsi lagi. Korupsi kan banyak yang merugikan masyarakat. Intinya, internet jaringannya kurang lancar yang rugi itu kan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Noel Joman Sebut Sikap Sinis Hasto ke Jokowi Merugikan PDIP dan Megawati

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasionalan sinyal Base Transceiver Station (BTS) 4G BAKTI serta akses internet di desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk meresmikan pengoperasian dan integrasi Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1) di Sulawesi Utara pada Kamis, 28 Desember 2023.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyinggung kembali kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek BTS 4G yang dilakukan oleh Johnny G Plate selaku mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

“Kita sudah membangun berbagai infrastruktur konektivitas, kita juga membangun tol langit agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang setara dunia digital, termasuk dalam pembangunan BTS. Masalahnya ada problem, korupsi. Sehingga berhenti,” kata Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi saat itu menyampaikan kepada Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin agar menyelesaikan perkara tindak pidana korupsi proyek BTS 4G yang menyeret Johnny G Plate. Namun, kata dia, jangan sampai proyek tersebut berhenti karena ada perkara korupsi.

“Saat itu saya sampaikan kepada Jaksa Agung, ‘pak masalahnya tolong diselesaikan di wilayah hukum yang korupsi. Tapi yang masalah pembangunan ini jangan sampai berhenti’. Karena biasanya kalau sudah ada masalah, apalagi yang namanya korupsi, langsung berhenti proyeknya. Kalau enggak mangkrak, enggak bisa diteruskan. Saat itu Pak Jaksa Agung, siap pak, akan kami dampingi secara administrasi hukumnya dan administrasi prosedur yang lain-lainnya,” jelas dia.

Jokowi groundbreaking proyek di IKN.

Photo :
  • Biro pers Istana.

Menurut Jokowi, hal itu perlu ditegaskan agar Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tidak ragu-ragu untuk meneruskan proyek BTS 4G lantaran adanya kasus tindak pidana korupsi. Sebab, lanjut dia, sinyal ini merupakan kepentingan rakyat Indonesia terutama di daerah-daerah tertinggal.

“Sehingga yang di Kominfo juga bekerja lagi itu memiliki rasa percaya diri. Buktinya, setelah dikejar empat bulan lebih sedikit juga bisa diselesaikan masalah-masalah yang ada, padahal menyangkut jumlah yang tidak sedikit. Ini kembali, ini untuk kepentingan masyarakat, ini untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai ada masalah hukum proyeknya dihentikan, proses hukumnya dilakukan, ininya tidak bisa diteruskan. Sudah uangnya hilang, proyeknya enggak berjalan, rugi kanan-kiri, semuanya rugi,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya