KCIC Sebut Penumpang Whoosh Ngaku Ditodong di Stasiun Tegalluar Hoaks

Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengungkap terkait informasi ada penumpang Whoosh telah mengalami penodongan pada saat menggunakan kendaraan online dari Stasiun Tegalluar, tidak benar.

Seorang Pendeta Ditikam saat Sedang Pimpin Upacara Ibadah di Sebuah Gereja

"Dapat disampaikan bahwa informasi viral tersebut tidak benar," kata Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, Selasa 20 Februari 2024.

Dia menjelaskan, penumpang atas nama Raka Ihsan Arfiareza mengakui kejadian yang sebenarnya pada pihak kepolisian melalui Laporan Polisi (LP) dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polsek Cileunyi, bahwa yang bersangkutan telah membuat laporan palsu kepada orang tuanya sehingga menyebabkan terjadinya penyebaran berita yang tidak benar.

Panglima TNI Geram Danramil Ditembak OPM, Iran Punya Hak Balas Dendam ke Israel

Whoosh

Photo :
  • VIVA.co.id/Arianti Widya

"Saudara Raka mengakui tidak ada peristiwa penodongan yang terjadi setelah yang bersangkutan menggunakan kendaraan online dari Stasiun Tegalluar," katanya.

Oknum Polisi Calon Perwira Aniaya Istri yang Sedang Hamil, Dilaporkan ke Polda Sumut

Lebih lanjut Eva mengatakan, Raka juga menyampaikan bahwa pada malam tersebut terdapat petugas security di Stasiun Tegalluar, kondisi stasiun masih cukup ramai dan masih ada transportasi lanjutan. Pengakuan atas keterangan palsu tersebut, lanjutnya, terungkap setelah melalui investigasi yang dilakukan pihak kepolisian berdasarkan bukti CCTV yang terpasang di Stasiun Tegalluar.

Lebih lanjut Eva mengungkap, fakta yang ditemukan setelah CCTV dibuka dan dianalisa oleh kepolisian guna pengecekan layanan dan situasi stasiun pada tanggal dan jam yang sama dengan kejadian, di hari Sabtu malam, tanggal 17 Februari 2024 sebagai berikut:

1. Kondisi stasiun masih ramai dan moda lanjutan masih tersedia seperti shuttle bus, Damri dan Bluebird serta kendaraan online;

2. Petugas lengkap berada di area hall keberangkatan Stasiun Tegalluar dan masih terlihat kendaraan polisi yang sedang melakukan patroli di Stasiun Tegalluar;

3. Data pada sistem menyebutkan terdapat 22 penumpang yang turun bukan 5 orang penumpang seperti pada informasi tersebut. Terpantau pada CCTV, Raka melanjutkan perjalanan dari Stasiun Tegalluar dengan menggunakan taksi uebird yang sudah tersedia di Stasiun pada pukul 20.32 WIB, serta sebagian besar penumpang lain yang menggunakan moda Damri, Bluebird atau taksi online dan kendaraan pribadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya