Budi Arie Sebut Seluruh Dunia Kena Serangan Ransomware

Menkominfo Budi Arie Setiadi Rapat Kerja dengan Komisi 1 DPR
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta -- Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi mengatakan serangan siber ransomware bukan cuma terjadi di Indonesia tapi di semua negara di dunia. 

img_title Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, DPR RI Ajak Rawat Persatuan Lewat Kerja Nyata

"Ini ransomware per negara di tahun 2022-2023, kita bisa lihat ini ransomware tidak ada seluruh dunia yang tidak terkena serangan ransomware," ujar dia, Kamis, 27 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, dia mengatakan bahwa negara adidaya Amerika Serikat (AS) paling banyak menerima serangan siber ransomware. Menurut Budi Arie, Indonesia cuma terkena dampak sekira 0,67 persen dari serangan ransomware.

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

"Dan yang paling banyak Amerika Serikat 40,43 persen, Kanada 6,75 persen, Inggris 6,44 persen, Jerman 4, 29 persen dan Perancis 3,8 persen. Indonesia terkena dampak sekitar 0,67 persen dari serangan ransomware," kata dia.

Menkominfo Budi Arie Setiadi Rapat Kerja dengan Komisi 1 DPR

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

img_title Kecelakaan 2 Truk di Depan Gedung DPR, Keramik Tumpah Bikin Gatot Subroto Macet

Sebelumnya, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN, Hinsa Siburian mengatakan server Pusat Data Nasional (PDN) terkena serangan siber ransomware terbaru. Itu yang membuat PDN dalam beberapa hari ini mengalami gangguan.

"Insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk ransomware dengan nama brain cipher ransomware. Ransomware ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware lock bit 3.0," kata Hinsa di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Senin, 24 Juni 2024.

Hinsa mengatakan bahwa server PDN yang terkena ransomware itu berada di Surabaya. "Yang mengalami insiden ini adalah pusat data sementara yang ada di Surabaya," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan lain, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa hacker (peretas) meminta uang tebusan senilai US$8 juta atau setara Rp 131,1 miliar. Budi Arie menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan uang tuntutan tersebut.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali

Jokowi Jadi Magnet PSI, Target Tiga Besar Dibidik untuk Pemilu 2029

PSI memasang target besar pada Pemilu 2029. Tak hanya ingin lolos ke DPR RI, partai tersebut juga membidik posisi tiga besar dalam kontestasi politik mendatang.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut