Dirjen Imigrasi Bingung PDN Tak Punya Back Up Data, Kini Gunakan Cloud Amazon

Dirjen Imigrasi Silmy Karim
Sumber :
  • Antara

Sementara, Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia atau Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure (ID-SIRTII), Muhammad Salahuddien Manggalany alias Didien menilai, teknologi cloud atau penyimpanan data yang disediakan perusahaan nasional sebenarnya sama mumpuninya dengan milik perusahaan asing.

img_title Imigrasi Deportasi Warga Tiongkok Buronan Kasus Pencucian Uang

"Secara teknis, aspek teknologinya sama. Tidak ada perbedaan sama sekali," kata Didien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak Punya SOP Backup Data

img_title Serangan di Gereja Yordania Tewaskan 8 Orang, Raja Abdullah Janji Balas Pelaku

Dia menjelaskan, dalam layanan cloud dikenal dua sistem yang ditawarkan penyedia layanan cloud, yakni managed operations atau managed services. Dalam hal managed operations, penyedia layanan cloud hanya menyediakan infrastruktur an sich.

img_title Cloud Storage Gratis atau Flashdisk OTG, Mana yang Lebih Praktis untuk HP Tanpa Slot SD Card?

Hal itu berbeda dengan pola managed services, dimana penyedia layanan cloud mengelola secara rutin data termasuk back up data dari penyewa.

Didien melihat, akar permasalahan terjadinya serangan ransomware adalah karena pelaksanaan perawatan data. Hal itu termasuk mekanisme bahwa backup data diserahkan ke tim PDNS, dan masing-masing tenant dari Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah.

"Jadi kalau aneka fitur dan fasilitas backup tadi tidak diaktifkan atau tidak dikonfigurasi dengan benar, ya terjadilah insiden serangan Ransomware seperti sekarang ini. Karena kontrak ke vendor cloud dan jaringan hanya untuk sewa barang (infrastruktur) saja, tidak termasuk pengelolaan operasionalnya," ujar Didien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, walaupun sudah menerapkan teknologi Cloud yang mumpuni, tetapi implementasinya tidak maksimal. Buktinya, tidak ada redundansi dan sepertinya tidak pernah diuji apakah kemampuan fail over, roll back, dan recovery benar dapat terjadi ketika production system terganggu. 

"Tidak ada SOP mitigasi yang valid sesuai standar best practices. Artinya, sebelum kejadian, selama ini, tidak ada backup yang memadai yang dilakukan oleh para tenant PDNS, atau ada backup tetapi tidak berfungsi maksimal," ujarnya.

Bendera Arab Saudi.

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Darurat di 3 Kota, Apa yang Terjadi?

Otoritas Arab Saudi mengaktifkan peringatan darurat di sejumlah kota yakni Abha dan Khamis Mushait di wilayah barat daya serta Taif di bagian barat Arab Saudi, Senin.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut