Pasar Data Center Indonesia Makin Dilirik

Ilustrasi data center (pusat data).
Sumber :
  • www.pixabay.com/Akela999

Jakarta, VIVA – Kebutuhan terhadap infrastruktur digital terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis teknologi. Penggunaan layanan komputasi awan (cloud computing), pengolahan data dalam jumlah besar, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membuat keberadaan pusat data (data center) semakin penting bagi dunia usaha.

img_title AI Makin Canggih, Data Center Kini Hadapi Tantangan Besar

Data center menjadi fasilitas penting untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan berbagai layanan digital. Infrastruktur ini menopang operasional sejumlah sektor, mulai dari perbankan, perdagangan elektronik, telekomunikasi, hingga perusahaan yang mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia memiliki peluang untuk menarik investasi di sektor ini seiring besarnya pasar digital domestik dan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan berbasis data. Perkembangan tersebut turut membuka kesempatan bagi pelaku industri untuk memperluas bisnis, meningkatkan kapasitas layanan, serta menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai wilayah.

img_title Pembangunan Pusat Data AI Dihentikan, KDM Sebut Langkah Tegas Penegakan Aturan

Di tengah peluang tersebut, ekspansi tidak hanya dilakukan dengan membangun fasilitas baru. Akuisisi juga menjadi salah satu strategi yang dapat ditempuh perusahaan untuk memperluas jaringan operasional dan memperkuat posisi bisnis di pasar. Melalui langkah ini, perusahaan dapat mengintegrasikan fasilitas yang sudah beroperasi ke dalam jaringan yang dimiliki.

Salah satu langkah tersebut datang dari PT SMPlus Digital Investama (SM+) bersama afiliasinya, yang menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Transaksi ini mencakup lima fasilitas data center yang telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.

img_title Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center 25 GW pada 2034, PLN Perkuat Infrastruktur

Akuisisi ini merupakan langkah penting dalam strategi SM+ untuk memperkuat dan memperluas platform infrastruktur digital di Indonesia, sebuah pasar yang sedang mengalami pertumbuhan pesat dalam konsumsi data, adopsi cloud, serta transformasi digital korporasi. 
Melalui transaksi ini, pihak perusahaan akan mengoperasikan total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Indonesia. Dengan mengintegrasikan bisnis yang baru diakuisisi ke dalam platform yang sudah ada, pihak perusahaan berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, mendukung peluang pertumbuhan di masa depan, serta terus mendorong transformasi digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur digital yang andal dan dapat ditingkatkan skalanya (scalable).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut