Pemerintah Disarankan Libatkan Ormas Keagamaan dalam Implementasi Kebijakan

Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Endang Tirtana
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA - Endang Tirtana resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Menurut dia, pemerintah perlu melibatkan organisasi berbasis agama dalam mengambil kebijakan.

img_title Pemerintah Tarik Utang Baru Per Agustus 2026, Capai Rp506 Triliun

Dalam disertasinya, Endang mengangkat tema ‘Model Partisipasi Muhammadiyah dalam Penanganan Covid-19: Studi Kasus Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)’.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Endang mengatakan Muhammadiyah berhasil dalam menghadapi krisis dengan kehadiran MDMC. Karena, kata dia, Muhammadiyah menggunakan pendekatan holistik yang memprioritaskan misi sosial adaptasi, peningkatan sistem dan antisipasi tantangan di masa mendatang.

img_title 94 Pengungsi Gempa di NTT Meninggal, DPR: Pelajaran Buat Pemerintah, ke Depan Harus Lebih Siap

Kata dia, penelitian ini menemukan bentuk partisipasi MDMC dalam kebijakan penanganan pandemi COVID-19, ditopang dan digerakkan oleh proses kolaborasi internal dan eksternal dan berbagai sumber daya di tingkat pusat hingga akar rumput.

“Serta praktik inovasi yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan sehingga mampu mempercepat kebijakan penanganan dampak pandemi di Indonesia," kata Endang dikutip pada Rabu, 5 Februari 2025.

img_title Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Kepastian Usaha Petani Makin Terjaga

Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Endang Tirtana

Photo :
  • Istimewa

Maka dari itu, Endang menyarankan Muhammadiyah membangun saluran komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Menurut dia, salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah membentuk forum diskusi rutin atau platform kolaboratif.

"MDMC perlu meningkatkan evaluasi program secara mendalam dan berkelanjutan untuk memastikan dampak program terhadap kebutuhan masyarakat. Selama ini evaluasi belum menyeluruh, sehingga kualitas partisipasi masyarakat belum dapat diukur dengan presisi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Endang juga menyarankan pemerintah perlu menerapkan pendekatan kolaboratif dan inovatif, khususnya melibatkan organisasi berbasis agama secara luas dalam pengembangan kebijakan, mulai dari proses perencanaan kebijakan, implementasi dan evaluasi kebijakan.

"Penelitian selanjutnya perlu menguji model partisipasi integratif ini dalam konteks krisis lainnya, seperti bencana alam dan krisis kesehatan lainnya melalui berbagai pendekatan ilmiah, baik menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif," jelas dia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

Menkeu Suahasil: Utang Krisis 1998 Lunas, Kita Selesaikan di Agustus

Suahasil mengatakan pemerintah sudah menyelesaikan kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berasal dari penanganan krisis 1997-1998.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut