Menteri HAM Sambangi Unisba Bandung Usai Kericuhan dan Penembakan Gas Air Mata

Menteri HAM, Natalius Pigai
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Jakarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengunjungi Universitas Islam Bandung (Unisba) guna menindaklanjuti insiden kericuhan yang disertai penembakan gas air mata di area kampus beberapa hari sebelumnya.

img_title KPK Ungkap Peran Guru Sebagai Pengepul Penawaran 'Kursi' Maba Unsoed, Harganya Rp 50-500 Juta

Pigai ingin memastikan aktivitas akademik di Unisba kembali berjalan normal, sekaligus meninjau langsung kondisi pasca-kericuhan yang sempat mengganggu ketertiban kampus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kunjungannya, Pigai juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan akademik sebagai bagian dari hak asasi yang tidak boleh dilanggar, bahkan dalam situasi genting sekalipun.

img_title Tak Hanya FK, Tersangka Penerimaan Maba Unsoed Juga 'Jual' Kursi FPIK dan FH

"Kehadiran kami di sini adalah untuk melihat langsung bagaimana kondisi terkini di Unisba dan memastikan bahwa hak-hak mahasiswa dan sivitas akademika tetap terlindungi," kata Pigai kepada awak media, Jumat, 5 September 2025.

Menteri HAM Natalius Pigai

Photo :
  • YouTube DPR RI.

img_title Gibran Ajak Mahasiswa UI Kunjungi Korban Gempa di NTT

Namun saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran HAM dalam insiden tersebut, Pigai memilih untuk tidak memberikan komentar rinci.

Dia menyebut bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil sikap resmi.

“Saat ini kami masih dalam tahap observasi dan pendalaman informasi. Kami tidak ingin berspekulasi," ujarnya.

Diketahui, beberapa hari lalu terjadi ketegangan di kampus Unisba yang berujung pada kericuhan antara aparat dan mahasiswa.

Situasi memanas hingga aparat dilaporkan menembakkan gas air mata ke dalam area kampus, memicu kekhawatiran luas tentang potensi pelanggaran terhadap ruang akademik yang seharusnya netral dan aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pigai berharap situasi di Unisba segera pulih dan semua pihak dapat menahan diri sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

(Laporan: Cepi Kurnia/tvOne)

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq (kanan)

Rektor Unsoed Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru usai Dapat Rp 1,12 miliar

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026. Kasus ini terkait jual beli penerimaan mahasiswa

img_title
VIVA.co.id
22 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut