Cuaca Panas Ekstrem Bikin Gampang Sakit?

Ilustrasi warga kepanasan di daerah yang memiliki cuaca panas.
Sumber :
  • Instagram@ussfeeds

Jakarta, VIVA – Cuaca panas tengah melanda di berbagai kota di Indonesia. Terkait dengan cuaca panas ini, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, mengungkap alasan mengapa temperatur atau suhu terasa lebih panas di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut penjelasannya, bahwa suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia ini terjadi akibat posisi matahari sekarang sudah bergeser di selatan tanah air.

img_title Bukan Cuma Banjir Keringat, Ini 8 Tanda Tubuh Kena Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat

"Saat ini kenapa terlihat panas? Karena di sisi selatan matahari sekarang itu udah bergeser di selatan wilayah Indonesia. Ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan,” jelasnya saat ditemui awak media usai ditemui dalam acara exspose Pengendalian Karhutla Tahun 2025 di Kantor Kemenhut, Senin 13 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cuaca yang terasa panas disebut-sebut bisa berdampak pada penurunan imunitas tubuh. Benarkah demikian? Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Lingkungan dari Griffith University, Dr. Dicky Budiman menjelaskan bahwa cuaca panas memang bisa menurunkan kekebalan tubuh atau imunitas. Tetapi mekanismenya tidak serta-merta secara langsung.

img_title Cuaca Ekstrem Sejak 21 Juni, Spanyol Catat 212 Kematian

”Melalui beberapa mekanisme fisiologis dan perilaku. Penurunan daya tahan tubuhnya biasanya karena stress fisiologis dan perubahan gaya hidup akibat panas. Kedua kalau bicara mekanisme ilmiah hubungan cuaca panas dengan daya tahan tubuh, itu ada setidaknya 4 mekanisme yang bisa menjelaskan,” kata dia saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 14 Oktober 2025.

Dicky menjelaskan empat mekanisme cuaca panas menurunkan daya tahan tubuh. Pertama akibat adanya dehidrasi dan gangguan kesimbangan elektrolit. Kedua adanya stress panas atau heat stress dan peningkatan kortisol. Lalu ketigam  gangguan tidur dan pola makan, yang ini akhirnya juga menurunkan daya tahan tubuh, dan terakhir peningkatan risiko infeksi dan peradangan.

img_title Kulit Anda Diam-Diam Terdampak Cuaca Panas, Waspadai 7 Efek yang Sering Diabaikan Ini

”Berbicara dehidrasi yang pertama tadi dan gangguan kesimbangan elektrolit, tentu manusia saat panas kehilangan banyak cairan melalui keringat. Terutama kalau cakupan airnya kurang, ini akan dehidrasi ringan hingga sedang yang akhirnya bisa menurunkan volume plasma darah, memperbarat kerja jantung, menurunkan sirkulasi ke organ dan jaringan, juga menghambat fungsi sel imun seperti limfosit dan notropil. Akibatnya sistem imun jadi kurang efisien melawan infeksi,” jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut