Rocky Gerung Khawatir akan Kondisi Jokowi: Buang HP Saja, Auto Imun Bisa Bahaya

Pengamat Politik, Rocky Gerung
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VIVA – Pengamat politik Rocky Gerung secara terbuka mengaku khawatir akan kondisi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), justru makin terganggu akibat tekanan psikologis dari kasus yang terus bergulir.

img_title Perjalanan Karir Ruben Onsu dari Lenong Bocah, Presenter hingga ke Dunia Bisnis

Hal itu ia katakan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi ahli tudingan ijazah palsu Jokowi. Rocky menilai, paparan informasi yang terus-menerus terkait polemik ijazah justru berpotensi memperburuk kondisi auto imun Jokowi. Bahkan, ia melontarkan saran ekstrem agar Jokowi menjauh dari telepon genggamnya demi menjaga ketenangan batin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang sebetulnya yang mesti kita jaga jangan sampai Pak Jokowi auto imunnya bertambah, tuh. Kan itu bahaya, gitu kan. Nah, cara supaya Pak Jokowi tenang itu mestinya dia lempar semua hp-nya dia, tuh," katanya, Selasa, 27 Januari 2026.

img_title Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Duit Rp3,5 Miliar yang Dipersoalkan dalam Kasus Investasi

Menurut Rocky, stres bisa muncul karena Jokowi disebut terus memantau perkembangan kasus lewat layar ponsel. Situasi itu, kata dia, justru memperberat beban psikologis.

"Itu bikin stres. Gitu. Nah, bilang pada Pak Jokowi, perbanyak produksi oksitosin. Untuk menenangkan batin itu," tuturnya.

img_title Ini Fakta-fakta Lengkap Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Awal Mula Kasus hingga Kapan Akan Diperiksa

Di lokasi yang sama, tersangka Dokter Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa turut menyampaikan pandangannya. Ia menilai isu ijazah seharusnya tidak lagi menjadi fokus utama, karena menurutnya persoalan tersebut sudah terang.

"Jelas ijazah yang muncul ya, tanggal 1 April 2025 itu jelas ijazah palsu. Jadi udah ga usah dipertanyakan, apalagi dibawa sampe kepada penghukum. Yang lebih penting sekarang adalah bagaimana Pak Jokowi itu sehat. Karena itu yang lebih berbahaya bagi beliau," kata Tifa.

Dia menambahkan, kondisi kesehatan Jokowi justru menjadi hal paling krusial saat ini. Ia mengaku khawatir, terlebih setelah mendengar cerita dari orang-orang dekat Jokowi mengenai perubahan kondisi fisik mantan presiden tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita sedih ga tuh? Mantan Presiden kok dikalahkan sama sakit yang risikonya mematikan," tuturnya.

Untuk diketahui, dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Polda Metro Jaya sendiri membaginya kedalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima tersangka, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut