Religius tapi Modern, Begini Konsep Baru Kota Pasuruan
- Dok. Istimewa
“Kami tidak memulai dari desain, melainkan dari ingatan warga. Ketika memori kolektif mengarah pada religiusitas, dan pada saat yang sama warga menggambarkan kotanya sebagai ruang yang hidup dan terbuka, maka ‘Religius Modern’ adalah simpulan empirik, bukan slogan kreatif,” kata dia.
Sosialisasi terkait temuan riset ini juga sudah dilakukan kepada seluruh jajaran aparatur pemerintahan di Kota Pasuruan dalam rangkaian acara Sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pasuruan Tahun 2025-2029 pada pertengahan 2025 lalu.
Ke depan, identitas visual Religius Modern akan hadir bertahap di ruang-ruang publik, dokumen resmi, materi promosi, serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha lokal. Tujuannya agar warga melihat dirinya sendiri di dalam simbol-simbol kota, dan orang luar dengan mudah mengenali Kota Pasuruan dari bahasa visualnya.
Penguatan branding ini juga ditopang oleh persepsi publik terhadap kepemimpinan kota. Survei menunjukkan, sebanyak 68,3% responden memberikan apresiasi terhadap Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Di samping itu, 67 persen responden yakin kepemimpinan Wali Kota Kota Pasuruan mampu membawa kesejahteraan dan kemajuan.
Temuan tersebut juga didukung dengan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Pasuruan secara umum yang mencapai 75,7 persen. Angka ini menegaskan bahwa arah citra kota yang baru tidak hanya selaras dengan identitas kultural kota, tetapi juga sejalan dengan kepercayaan warga terhadap figur dan kapasitas kepemimpinan yang sedang berjalan.