Prabowo Ngaku Sempat Dihina Profesor: Mereka Ramal Program MBG Pasti Gagal

Presiden RI Prabowo Subianto
Sumber :
  • Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat dihina atau diejek saat meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menambahkan orang yang mengejeknya adalah para profesor terkenal yang berasal dari kalangan terdidik. 

img_title Presiden Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Prabowo mengatakan bahwa orang-orang tersebut meramal program andalannya itu pasti gagal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut diungkap Prabowo dalam peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar), Jumat, 13 Februari 2026.

img_title Bangun Ekosistem Emas Berstandar Internasional, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum IBMA

Presiden Prabowo Tinjau SPPG Polri

Photo :
  • ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

"Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya," ujar Prabowo. 

img_title Eks Waka BGN Lodewyk Sebut Nanik S Deyang Punya Dapur MBG dan Kerap Catut Nama Prabowo

"Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang," sambungnya. 

Kepala Negara mengatakan, operasi dan kampanye yang dilakukan para profesor tersebut jelas menjelekkan pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat. 

Prabowo menegaskan, ungkapan dendam dan dengki adalah hal biasa baginya. 

Akan tetapi, Prabowo sedih jika yang diserang adalah hal yang sangat diperlukan orang-orang yang belum kuat ekonominya. 

"Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting," imbuh Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan program MBG memang tidak terasa penting bagi kelompok masyarakat mampu, namun justru krusial bagi mayoritas rakyat rentan.

“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, Makan Bergizi Gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” tegas dia.

Meski demikian, ia mengaku tetap yakin berada pada kebijakan yang benar karena persoalan gizi anak dinilai mendesak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Prabowo menyebut angka stunting di Indonesia sempat mencapai seperempat dari populasi anak, sehingga diperlukan langkah langsung pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut