Waspada Penipuan Permintaan Open Donasi untuk Anak Yatim Catut Nama KPK

Juru bicara KPK Budi Prasetyo
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah melakukan permintaan donasi yang mencatut nama pimpinan atau deputi serta menggunakan logo KPK. Permintaan donasi tersebut tersebar melalui poster yang dikirimkan melalui Whatsapp (WA).

img_title Dikhianati Bertubi-tubi, Ini Penyebab Kondisi Finansial Ruben Onsu Makin Memburuk

Terkait hal itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, bahwa poster tersebut tidak benar dan tidak memiliki hubungannya dengan KPK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Para pihak tidak bertanggung jawab tersebut juga menghubungi sejumlah kepala daerah melalui aplikasi pesan," kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu 10 Mei 2026.

img_title Wanita Ini Kaget Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Singgung Soal Mantan

Budi meminta masyarakat untuk berhati-hati dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang mengatasnamakan KPK.

Ia juga menyayangkan atas penyalahgunaan identitas lembaga yang dapat berpotensi menyesatkan publik.

"Penyalahgunaan identitas lembaga seperti ini tentu kami sesalkan karena berpotensi menyesatkan publik," ucapnya.

img_title DPR Minta Pemerintah Audit Nasional Jalur Mandiri Universitas Usai OTT KPK di Unsoed

KPK menegaskan, akan menelusuri lebih lanjut pihak-pihak yang menggunakan identitas KPK tanpa hak dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu berdasarkan poster yang diterima tvOnenews, poster tersebut berisikan soal donasi untuk 300 anak yatim. Di dalamnya juga dituliskan nomer rekening serta terpampang logo KPK.

tvOnenews/Aldi Herlanda

Ilustrasi Gedung KPK

KPK: Kasus Korupsi di Unsoed Ancaman Serius Akademik dan Masa Depan Indonesia

Hal ini disampaikan KPK usai menjaring Rektor Universitas Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq atas dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru jalur m

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut