Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Gedung PBNU
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, VIVA – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, berbagai pandangan mulai bermunculan terkait sosok yang dinilai layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang.

img_title Gus Ipul Dukung KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU, Ancam Seret Pelapor ke Pengadilan Jika Tak Terbukti

Salah satunya datang dari tokoh muda NU, Hatim Gazali. Menurut dia, Muktamar bukan sekadar forum memilih ketua umum, tetapi juga menjadi momentum penting menentukan arah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengacu pada survei Alvara Research Center pada akhir 2025, sekitar 140 juta warga Indonesia mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyin. Dengan jumlah tersebut, Hatim menilai kepemimpinan NU memiliki peran strategis dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, hingga kemanusiaan.

img_title Misteri Rp250 Juta dari PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitannya dengan Muktamar NU

Menurut Hatim, terdapat sejumlah kriteria yang perlu dimiliki calon Ketua Umum PBNU agar mampu membawa organisasi menghadapi dinamika zaman.

“Selain itu, pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik, serta mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif,” kata Hatim di Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.

img_title PBNU Sebut Konflik Kawasan Bukan Pertentangan Antarmazhab

Selain memiliki wawasan yang luas, ia menilai pemimpin NU juga perlu mampu menjadi pemersatu organisasi, memiliki akar yang kuat di lingkungan pesantren, serta mempunyai pengalaman panjang dalam berkhidmat di berbagai jenjang kepengurusan.

Hatim juga berpandangan bahwa kepemimpinan NU ke depan perlu tetap berpihak kepada masyarakat, menjaga tradisi pesantren, sekaligus mendorong modernisasi organisasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Menurut dia, figur yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjaga marwah organisasi, memperkuat pelayanan kepada warga Nahdliyin, serta meningkatkan kontribusi NU dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Hatim berharap Muktamar PBNU dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU terus berkembang memasuki abad keduanya.

Ia juga mengajak warga Nahdliyin untuk mengikuti proses Muktamar secara bijak dan memberikan perhatian terhadap rekam jejak, integritas, serta kapasitas kepemimpinan para calon yang akan maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

Hadiri Apel Hari Santri, Gus Kikin Minta Santri Teladani Semangat Resolusi Jihad

Berkaca pada sejarah, Resolusi Jihad hasil musyawarah para ulama yang meminta seluruh warga Nahdlatul Ulama, khususnya santri dan ulama ikut mempertahankan kemerdekaan

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut