DPR Minta Bentuk Timsus Evaluasi Data Desil Penerima KIP

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina
Sumber :
  • ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengusulkan pembentukan tim khusus (timsus) untuk mengevaluasi data desil secara menyeluruh, guna memastikan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetap tepat sasaran.

img_title Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran di MK, Anwar Usman: Saya Nggak Akan Intervensi

Selly mengatakan, evaluasi diperlukan untuk memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat dan tidak menghambat akses keluarga rentan terhadap bantuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang harus diperiksa adalah kualitas data, metodologi, pemutakhiran, dan mekanisme verifikasinya," kata Selly.

img_title Beban Kerja Lebih Berat dari Daerah Lain Jadi Alasan DPRD Jakarta Mau Tambah Jumlah Anggota Jadi 180-200

Menurut dia, DTSEN merupakan langkah positif pemerintah untuk membangun basis data sosial ekonomi yang lebih terintegrasi. Namun, lanjutnya, pembaruan data tersebut perlu diperkuat dengan verifikasi lapangan agar perubahan kategori desil sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga yang sebenarnya.

Ia mencontohkan ada masyarakat yang mengalami perubahan desil secara signifikan, sehingga berpotensi memengaruhi keberlanjutan bantuan pendidikan bagi anaknya.

img_title Isu Laga Settingan Melebar ke Soal Ekonomi, DPR Singgung Cara Bertetangga Malaysia dan Singapura

Selly meminta pemerintah tidak menggunakan desil sebagai satu-satunya ukuran dalam menentukan kelayakan penerima perlindungan sosial, terutama bagi masyarakat yang sudah menerima manfaat program.

“Administrasi data jangan sampai mengancam keberlanjutan bantuan mahasiswa," ujarnya.

Selly menyebut penilaian kondisi ekonomi keluarga mencakup berbagai variabel, seperti kondisi rumah, sanitasi, sumber air dan listrik, pendapatan, pengeluaran, aset, serta kondisi anggota keluarga.

Oleh karena itu ia meminta pemutakhiran data dilakukan secara berkala melalui koordinasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), dan kementerian/lembaga terkait.

Ia juga meminta pemerintah menyediakan mekanisme sanggah yang cepat, gratis, sederhana, transparan, dan responsif, agar masyarakat dapat memperbaiki data ketika ditemukan ketidaksesuaian.

Selain itu Selly mengusulkan perlindungan sementara bagi penerima bantuan yang berada di sekitar batas perubahan desil hingga proses verifikasi dan pemadanan data selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan sampai masyarakat kehilangan hak hanya karena perubahan desil yang belum menggambarkan kondisi ekonomi keluarganya secara riil," katanya.

Pihaknya berharap evaluasi dan pemadanan ulang dapat meningkatkan akurasi data sekaligus memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memperoleh akses pendidikan melalui KIP. (Ant)

Ilustrasi beasiswa.

Mau Kuliah tapi Terkendala Biaya? Ada Beasiswa untuk Siswa SMA, MA dan SMK Negeri

Skema beasiswa pun mulai berkembang dengan tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan. Sejumlah program turut menggabungkan pembinaan, mentoring, hingga pengalaman.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut