5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT Dibebaskan UKT Satu Semester

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto
Sumber :
  • Biro Sekretariat Presiden

Jakarta  VIVA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester, bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

img_title Gempa M 7,0 Landa Pulau Ogasawara Jepang

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat hadir di Kabupaten Manggarai, tepatnya di Posko Lapangan Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng untuk meninjau kondisi pascabencana sekaligus mengonsolidasikan respons perguruan tinggi, Rabu 26 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keluarga besar Kemdiktisaintek dan seluruh kampus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di NTT. Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kita akan lihat kalau memang masih diperlukan, kita juga akan menambah satu semester lagi," kata Menteri Brian dalam keterangan di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026.

img_title Buka Peluang Magang dan PKL Mahasiswa, BUMN Selaraskan Teori di Bangku Kuliah dan Kebutuhan Industri

Mendiktisaintek menggarisbawahi pembebasan UKT menjadi bagian dari upaya, untuk memastikan bahwa bencana tidak memutus keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Dalam situasi ketika keluarga terdampak harus memulihkan tempat tinggal dan kondisi ekonomi, dukungan terhadap biaya pendidikan diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tetap melanjutkan studi.

img_title Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru, UI Tempuh Jalur Hukum

Menteri Brian juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga mahasiswa asal NTT, yang sedang berkuliah di luar daerah terdampak.

"Kemdiktisaintek bersama pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus berupaya menyediakan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Mendiktisaintek juga menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang sudah mengirimkan dan turut mendistribusikan bantuan logistik, serta membangun posko dan fasilitas dukungan.

Data mengenai kebutuhan bantuan yang telah terkumpul akan diberikan ke perguruan tinggi yang akan membantu di lokasi terdampak. Dukungan psikologis seperti trauma healing dinilai perlu menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai komitmen dalam mendukung pemulihan terhadap dampak bencana di NTT, Kemdiktisaintek terus memperbarui data mahasiswa terdampak, berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan perguruan tinggi, serta memetakan kebutuhan masyarakat dan perguruan tinggi.

Menteri Brian menegaskan Kemdiktisaintek juga akan terus mengonsolidasikan dan memastikan respons perguruan tinggi agar dapat mendukung proses pemulihan NTT secara tepat sasaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut