Awasi UN, SMP di Bantul Gunakan CCTV

Ujian Nasional SMP 2013
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVAnews - Meski soal Ujian Nasional (UN) dalam satu ruangan dibedakan tiap peserta, kekhawatiran terjadi kecurangan tetap tinggi. Misalnya saja, SMPN 1 Bantul, Yogyakarta, memasang kamera CCTV guna mendukung tugas pengawas UN hari ini, Senin 27 April 2013.
RI Dibayangi Meningkatnya Persaingan Global, Luhut: Tak Ada yang Bisa Mendikte Kita

Sekolah itu memiliki di 11 ruangan yang digunakan untuk pelaksaan UN bagi sekitar 219 siswa. UN dijadwalkan berlangsung sampai 4 hari medatang.
Nathan Tjoe-A-On Paling Dipuji Netizen, Marselino Ferdinan Jadi Sasaran Kritik

Kepala Sekolah SMPN 1, Bambang Edy Sulistiana, mengatakan pemantauan terhadap siswa peserta UN ataupun pengawas di dalam ruangan kelas dapat dilakukan oleh guru atau pengawas independen melalui monitor yang ditempatkan di ruang kerja kepala sekolah.
Terpopuler: Jogja Fashion Week 2024 Kembali Digelar hingga Fakta Vaksin AstraZeneca Bikin Geger

"Langkah ini juga ditujukan agar pelaksanaan UN SMP di Bantul berlangsung bersih dan jujur," katanya, Senin 22 April 2013

Lebih lanjut Edi mengatakan teknologi ini juga telah digunakan setiap kali sekolah menggelar ujian semester atau tes-tes lainnya.

"Penggunaan teknologi ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini."

Sekretaris Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas), Kabupaten Bantul, Partini, MA mengatakan  Ujian Nasional (UN) SMP  ini juga diikuti 21 siswa berkebutuhan khusus (difabel). Dari sekian banyak siswa ini, lambat belajar merupakan kasus terbanyak anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, ada 14 sekolah yang terpaksa menggabung melaksanakan UN di sekolah terdekat lantaran siswa peserta UN kurang.

"Pelaksanaan UN hari ini diikuti 11.214 peserta dari 110 sekolah termasuk dua SMP Terbuka. Sementara ada dua sekolah yang belum mengikuti UN yakni SMP Kesatuan Bangsa dan SMP Unggulan," katanya.

Partini menambahkan ada empat sekolah yang memiliki peserta UN berkebutuhan khusus. Keempat sekolah yakni SMPN 2 Sewon, SMP PGRI Kasihan, SMP Muhammadiyah 1 Pundong dan SMPN 1 Banguntapan.

"Dari empat sekolah ini, SMP PGRI yang memiliki peserta difabel terbanyak." (eh)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya